NTB suara.com - Logo Yamaha Motor telah menjadi ikon yang dikenal oleh banyak orang, dan mungkin Anda juga penasaran tentang makna dan filosofinya. Logo ini terkenal dengan sebutan "garpu tala." Mari kita bahas lebih dalam apa makna dan sejarah di balik logo yang mencengangkan ini.
Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa Yamaha adalah perusahaan dengan sejarah yang kaya. Sebelum mereka memproduksi sepeda motor, Yamaha adalah produsen alat musik terkemuka. Mereka menghasilkan berbagai alat musik, termasuk pianika, piano, dan gitar.
Pada tahun 1955, Yamaha memulai perjalanan mereka dalam dunia sepeda motor, dan pada motor pertama yang mereka produksi, mereka memasang logo garpu tala. Mengapa Yamaha memilih simbol ini? Jawabannya terletak dalam filosofi "kando."
Filosofi ini adalah inti dari Yamaha, dan mereka bahkan menggunakan tagline "Touching Your Heart." Makna di balik tagline ini sejalan dengan simbol garpu tala. Filosofi Kando menciptakan perasaan yang sama seperti melodi yang indah - menyentuh jiwa manusia.
Sebelum logo garputala yang kita kenal saat ini, Yamaha menggunakan logo burung phoenix yang memiliki makna kebajikan dan rahmat. Yamaha ingin menciptakan produk yang bermanfaat bagi umat manusia.
Baru pada tahun 1927, Yamaha mengganti logo tersebut dengan tiga garpu tala dan tulisan "Yamaha" di atasnya. Tiga garpu tala tersebut mencerminkan tiga kegiatan utama perusahaan: manufaktur, pemasaran, dan teknologi. Logo ini juga menggambarkan tiga aspek penting dalam musik: melodi, harmoni, dan ritmik, mengingat Yamaha pada saat itu adalah produsen alat musik.
Logo Yamaha Motor saat ini hadir dengan tagline "Yamaha Semakin di Depan." Logo ini memiliki goresan merah yang menginspirasi semangat, keberanian, dan energi baru. Hurufnya memiliki kesan sporty dan inovatif. Bahkan, huruf "A" dalam "Semakin di Depan" sengaja dibuat berbeda, menciptakan kesan positif dan keinginan kuat untuk mencapai tujuan.
Perbedaan dengan Logo Yamaha Musik
Ternyata, ada perbedaan antara logo Yamaha Motor dan Yamaha Musik yang mungkin belum banyak diketahui orang. Perbedaannya mencakup warna dasar, ujung garpu tala, dan huruf "M."
Baca Juga: Jonatan Christie Juara Hong Kong Open 2023 Usai Tundukkan Kenta Nishimoto di Final
Yamaha Motor memiliki warna dasar merah, sedangkan Yamaha Musik menggunakan warna dasar hitam.
Ujung garpu tala pada Yamaha Motor menembus lingkaran logo, sedangkan pada Yamaha Musik tidak.
Garis lurus huruf "M" pada Yamaha Motor memiliki panjang yang sama, sementara pada Yamaha Musik, bagian tengahnya lebih pendek.
Mengenal filosofi di balik logo Yamaha Motor adalah cara untuk lebih menghargai merek yang sangat dikenal di seluruh dunia. Produk sepeda motor buatan Yamaha dengan mudah ditemui di jalan-jalan, dari kota hingga desa, dan semuanya memiliki akar dalam makna yang mendalam. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam
-
Butuh Ide Outfit Bukber? Intip 4 Ide Gaya Hijab Elegan ala Sashfir Ini
-
7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Update 23 Februari, Sikat 90 Diamond dan Skin Panther!
-
Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!
-
Wanti-wanti PDIP Usai Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS: Jangan Korbankan UMKM
-
Bank Sumsel Babel Wujudkan Hunian Layak melalui CSR Bedah Rumah di OKU Timur
-
Para Menteri, BPJS, BPS Duduk Bersama Bahas Transisi PBI
-
Berpuasa, Bekerja di Jakarta dan Menguatkan Iman di Tengah Tekanan Urban