NTB.Suara.com - Mantan bomber Timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Bambang Pamungkas punya mode songong ketika berhadapan dengan klub. Saat masih muda, dia cukup "besar kepala" terhadap klub yang ingin merekrutnya. Mode ini cocok untuk para pesepak bola muda, termasuk Pratama Arhan atau Marselino Ferdinan.
Mode songong atau sombong dan tak tahu adat yang dilakukan Bambang Pamungkas ini dalam arti positif. Dia memberi posisi tawar yang tinggi terhadap dirinya ketika berhadapan dengan klub yang ingin menggaetnya.
Cerita ini dia sampaikan kepada Mamat Alkatiri dan Riphan Pradipta dalam salah satu bincang-bincang di kanal Youtube Sport77.
Dia bercerita awal mula sampai ke Persija. Saat usia remaja, dia masuk dalam Diklat Salatiga yang banyak melahirkan bintang sepak bola. Salah satunya Kurniawan Dwi Yulianto.
Nah, karena menonjol, dia masuk dalam Timnas U19 dalam Piala Asia U19 pada 1998. Setahun kemudian, pada saat usianya masih 19 tahun, dia menjalani debut bersama Timnas senior melawan Lithuania dan mencetak satu gol.
Tidak berhenti di sana, dalam SEA Games 1999, Timnas Indonesia menggebuk Malaysia dengan skor 6-0. Bambang menyumbang dua gol.
Bakat Bambang Pamungkas yang cukup menonjol itu menarik minat klub untuk mengikatnya. Saat itu, Bambang memang dicomot langsung dari Diklat Salatiga ke Timnas, belum sempat diikat klub.
Kalau pun dia masuk Persijatim Jakarta Timur pada awalnya, itu karena Persijatim berisi pemain Timnas U19 yang dipersiapkan untuk SEA Games. Ketika jeda Timnas, dia pun sempat akan menandatangani kontrak resmi dengan Persijatim Jakarta Timur (kelak Jakarta FC, Persijatim Jakarta Timur, Persijatim Solo FC, dan kini jadi Sriwijaya FC).
"Gua nggak pernah kepikiran untuk main di Persija. Karena di Persija waktu itu pemainnya semua pemain timnas. Strikernya ada empat. Rochy Putiray, Widodo C. Putro, Miro Baldo Bento, dan Joko Susilo. Striker mana yang punya mimpi main di sini (Persija). Muda lagi. Gak mungkin," katanya.
Baca Juga: Akhirnya, Agen Pratama Arhan Buka Suara soal Kabar Eks Wonderkid PSIS Semarang ke Suwon FC
Tiba-tiba terjadi gejolak di Persija. Menurutnya, itu terjadi karena Persija berisi para pemain bintang, maka mereka ingin selalu dimainkan atau mendapat jam terbang.
"Nah empat itu, tiga striker pergi. Tinggal Mas Wid (Widodo C. Putro)," jelas pria kelahiran 1980 ini dikutip Rabu (27/9/2023).
Bambang menjelaskan, itu terjadi dua hari sebelum Liga bergulir. Karena tidak ada striker, Sutiyoso alias Bang Yos, Gubernur DKI yang juga pembina Persija menghubunginya. Kebetulan, Bang Yos merupakan manajer Timnas U19.
Di Timnas U19 ada Elie Aiboy dan Purwanto. Namun keduanya sudah terikat dengan PS Semen Padang. Tinggallah Bambang Pamungkas.
Karena Persija mengajaknya, Bambang tidak pikir panjang untuk mengiyakan tawaran tersebut. Namun dia tidak hanya sekadar menyetujui dikontrak Persija. Bambang menggunakan mode songong kepada manajemen Macan Kemayoran.
"Gua enggak pikir panjang. Gua bilang minta izin untuk main di Persija dan di situlah gua bilang, ya ini agak songong tapi bagi gua penting bahwa 'gua mau main di Persija tapi garansi gua harus main 50 persen dari semua pertandingan di tahun pertama gua," kata Bambang.
Berita Terkait
-
Heboh, Pratama Arhan dan Klub Liga 1 Korea Sudah Saling Follow, Netizen: Saya Ultras Suwon FC Sejak Lahir
-
Direkrut Klub Liga 1 Korea, Media Korsel Sebut Kehebatan Pratama Arhan, Disamakan Bintang Liga Inggris
-
Salip Asnawi Mangkualam, Media Korsel Sebut Bek Timnas Pratama Arhan Direkrut Klub Liga 1 Korea Suwon FC
-
Timnas U17 Asuhan Bima Sakti Mulai Latihan di Klub Tempat Bambang Pamungkas Muda Berlatih di Jerman
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?