Suara.com - Industri komponen Indonesia masih terhambat dengan penggunaan material bahan baku impor. Menurut ketua Umum Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM), Hamdhani Dzulkarnaen, 90 persen bahan baku yang digunakan masih diimpor.
"Karena dalam negeri belum menyediakan bahan baku yang sesuai spesifikasinya dengan kebutuhan untuk industri otomotif," katanya di Jakarta, Kamis (30/4).
Penggunaan bahan baku impor ini, disebut Hamdhani, membuat pelaku industri mengalami kesulitan terutama saat nilai tukar dolar menguat terhadap rupiah.
Tidak hanya bahan baku, sub komponen pun juga masih banyak diimpor. Sehingga industri komponen di Indonesia hanya mengerjakan beberapa tahap proses pembuatan komponen.
"Kalau begini kan industrinya jadi sulit maju karena hanya mengerjakan beberapa proses saja. Tidak mengerjakan komponen dari awal hingga akhir," katanya.
Namun Hamdhani menyebut bahwa kondisi ini secara perlahan mulai teratasi karena beberapa merek seperti Honda sudah mulai menggunakan bahan material baja yang dimiliki oleh Krakatau Steel.
"Kebutuhan alumunium pun juga diharapkan bisa dilakukan secepatnya. Meski belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri otomotif, tapi dalam waktu dekat akan bisa memenuhi kebutuhan industri," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam