Suara.com - Scrambler menjadi andalan utama Ducati menyiasati pajak penjualan barang mewah (PPnBM) tinggi bagi motor besar di atas 500 cc. Berbekal Scrambler, Ducati yakin dapat merengkuh konsumen baru dan memperluas area penjualan di Tanah Air.
Chief Executive Officer Garansindo Group, Muhammad Al Abdullah menjelaskan, motor-motor Ducati diimpor dari pabrik Ducati di Thailand sehingga bebas dari bea masuk. Kendati demikian, produk-produk Ducati masih terkena PPnBM 125%.
"Kami beruntung punya keunggulan-keunggulan untuk menerobos tantangan yang ada, juga produk yang akan merengkuh konsumen baru seperti Scrambler," ungkapnya di sela-sela seremoni peresmian diler Ducati terbesar dunia di Kemang, Jakarta.
Sebagai informasi, sejak 2014 pemerintah menaikkan berbagai instrumen pajak untuk roda dua dan roda empat premium yang diimpor. Untuk roda dua, bea masuk impor dinaikkan menjadi 40%, dengan PPnBM 'kuda besi' di atas 500 cc yang ditingkatkan dari 75% menjadi 125%.
Terakhir, muncul peraturan baru pajak penghasilan (PPh) 22 yang mengenakan pajak 5% kepada kendaraan roda dua dan tiga berbanderol lebih dari Rp300 juta dengan kapasitas mesin di atas 250 cc.
Adapun Scrambler baru saja Ducati luncurkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 pada April lalu. Model yang dipasarkan dalam dua pilihan mesin, 400 cc serta 800 cc, ini langsung membukukan 41 dari 52 inden yang dicapai Ducati di IIMS 2016.
"Scrambler akan menjadi tulang punggung penjualan. Dengan Scrambler Sixty2 (400 cc), motor Ducati menjadi lebih dapat diakses. Sebanyak 65% dari penjualan kami tahun ini akan datang dari Scrambler 400 cc dan 800 cc," terang Managing Director PT Garansindo Euro Sport, Dhani Yahya.
Dia pun yakin, mampu melebarkan jaringan penjualan menjadi 12 outlet hingga 2019 mendatang. Kota besar yang menjadi target setelah Jakarta adalah Surabaya, lalu Bali.
"Kami juga akan memiliki satu 'lifestyle shop' di sebuah pusat perbelanjaan yang saat ini masih kami diskusikan. Satu kota lagi kemungkinan adalah Bandung," ujar Dhani.
Mengenai pengenaan pajak yang tinggi kepada kendaraan segmen premium, dirinya masih berharap pemerintah mempertimbangkannya kembali.
"Tentu kami berharap pemerintah meninjau lagi. Taruhlah dengan PPnBM 125% pasar motor premium 1.000-2.000 unit per tahun. Kalau dikembalikan ke 75% maka volume penjualan absolut akan bertambah dan pendapat pajak pemerintah juga akan bertambah," tutup Dhani.
Berita Terkait
-
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Ini Bedanya Yamaha Fino Indonesia dan Jepang, Harga Mirip Scoopy
-
Lupakan LCGC Sempit! MPV Jepang Ini Punya Captain Seat Harga 70 Jutaan.Saja
-
Ketahui Segala Jenis Liquid Mobil dan Jadwal Penggantiannya, dari Oli Mesin hingga MInyak Rem
-
Tanpa Helm Kendarai Moge 300 Kg, Sebuas Apa Moge Harley Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan?
-
Trio Mobil Turbo Termurah Cocok untuk Mahasiswa: Bertenaga, Irit, tapi Jangan Coba Isi Pertalite
-
Panduan Pemula sebelum Beli Raize dan Rocky Bekas: Cek Dulu Kesehatan Turbonya
-
Kia Sonet Hadir dengan Harga Baru: Honda HR-V, WR-V hingga Toyota Raize Kena Hantam Telak
-
Harga Beda Tipis, Mending Kia Carens atau Honda BR-V untuk Jadi Mobil Keluarga?
-
Lupakan Skutik, Motor Bandel Honda Ini Layak Dilirik: Irit Tembus 59,8 km/liter
-
Apakah Mobil Listrik Boleh Pakai Ban Mobil Biasa? ini 5 Rekomendasinya