Suara.com - Uber dituduh mencoba memanfaatkan serangan teror di London. Setelah beberapa jam serangan terjadi, pengguna mengalami kenaikan harga yang cukkup signifkan.
Aplikasi transportasi itu sebenarnya sempat dikritik karena memasang harga tinggi. Dan beberapa pengguna melaporkan bahwa mereka dikenai biaya tambahan hingga 2,5x lipat untuk pulang, setelah serangan di London.
Banyak para penumpang yang meluapkan kekesalanya melalui media sosial akibat dari kenaikkan tersebut.
Namun, manajemen Uber mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan penetapan harga dinamis setelah serangan tersebut dan memastikan bahwa semua wahana dari sekitar wilayah yang terkena dampak, tidak dipungut biaya.
"Hati kita pergi ke semua orang yang terkena dampak serangan mengerikan lainnya di kota kita," ujar General Manager Uber di London, Tom Elvidge.
Dia juga berterima kasih kepada semua pengendara yang membantu puluhan ribu orang London pulang dengan selamat semalam.
"Begitu kami mendengar tentang kejadian tersebut, kami segera menghentikan penetapan harga dinamis di sekitar area serangan dan tak lama kemudian di seluruh pusat kota London, seperti yang kami lakukan setelah melakukan serangan di Manchester dan Westminster," ujarnya.
Tom juga memastikan semua armada dari sekitar daerah yang terkena dampak tidak dipungut biaya.
Baca Juga: Dituduh Curi Teknologi Google, Karyawan Uber Ini Dipecat
"Tim kami juga bekerja sama dengan Polisi Metropolitan untuk membantu mereka mendapatkan rekaman dari pengemudi yang berada di daerah tersebut pada saat itu," katanya.
Serangan di Jembatan London dan Borough Market dengan tujuh orang terbunuh dan puluhan lainnya cedera. Ketiga teroris yang merupakan pelaku tersebut ditembak mati, dalam waktu delapan menit setelah serangan dimulai. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya