Suara.com - Mazda membeberkan soal rencana masa depan mereka mengenai mobil rendah emisi gas buang. Pabrikan asal Jepang ini mengungkapkan, mulai 2035, tak ada lagi model mereka yang menggunakan mesin konvensional yang bergantung sepenuhnya pada bahan bakar minyak.
Pasalnya, Mazda, seperti diwartakan Auto Express pada pertengahan pekan ini, menegaskan bahwa 18 tahun dari sekarang, mereka hanya bakal menjual model-model bermesin hibrida atau listrik murni. Namun, Mazda, saat membicarakan hal itu dalam Global Tech Forum di Frankfurt, Jerman, tidak menyinggung mengenai pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen.
Hal ini mengindikasikan bahwa fokus Mazda untuk mobil rendah emisi ialah kendaraan hibrida atau listrik.
Mazda bakal memulai perjalan menuju 2035 dengan menghadirkan terlebih dahulu versi mesin mild hybrid di model-model inti mereka pada 2019. Di tahun yang sama, mereka juga berencana memperkenalkan model bertenaga listrik murni. Pada mobil listrik ini Mazda juga nantinya menawarkan opsi yang menggunakan rotary range extender.
Kemudian, pada 2021, giliran model berteknologi plug-in hybrid (PHEV) yang diluncurkan.
Managing Executive Officer for Powertrain Development Mazda, Ichiro Hirose, mengatakan bahwa keputusan Mazda memilih memperkenalkan mobil listrik murni terlebih dahulu ketimbang PHEV didasarkan atas regulasi-regulasi kendaraan di pasar-pasar kunci mereka yang sudah lebih ketat. Selain itu, Hirose mengakui, Mazda harus cepat memperkenalkan mobil listrik agar konsumen potensial mereka tidak 'lari' ke merek lain yang sudah lebih dulu punya mobil listrik.
Sebelum 2035, Mazda sendiri masih akan mengembangkan mobil-mobil bermesin konvensional mereka. Pada 2019, misalnya, mereka masih bakal memperkenalkan model dengan mesin bensin super ramah lingkungan dengan nama SkyActiv-X. Mesin tersebut lebih hemat BBM 20 persen ketimbang mesin SkyActiv saat ini namun mengeluarkan torsi 30 persen lebih banyak.
Mesin diesel generasi baru bertajuk SkyActiv-D juga masih muncul pada 2020.
Mazda juga membeberkan, pada 2020, mereka akan memulai pengetesan mobil swakemudi. Fase produksi mobil swakemudi Mazda akan dimasuki pada 2025.
Tag
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Mobil Keluarga yang Murah tapi Bukan Calya dan Sigra: Ada Mazda 80 Jutaan 3 Baris!
-
Tetap Berjaya Meski Sudah Ada Penerusnya, Mazda 2 Berapa cc?
-
Si Hatchback Cakep Underrated, Berapa Harga Mazda 3 dan Pajak Tahunannya?
-
Harga Mobil Mazda Terbaru Februari 2026, CX-3 Mulai Berapa?
-
Langkah Strategis Mazda Hadirkan Dealer Standar Global di Mataram
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Terpopuler: Nasib Pertalite di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran, Pilihan Motor Matic untuk Mudik
-
7 Mobil Keluarga 7-Seater Paling Irit BBM, Krisis Minyak Tak Bikin Keok
-
Tol Fungsional Solo-Jogja Resmi Dibuka Tanpa Tarif untuk Lebaran 2026, Cek Skema dan Fasilitasnya
-
Bawa Mobil Listrik Buat Mudik? Ini 3 Titik SPKLU 'Hidden Gem' di Trans Jawa Bebas Antre
-
5 Motor Matic Ciamik untuk Mudik: Biar Dikira Sukses di Perantauan
-
Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China, Dampaknya Merembet ke Eropa
-
Daftar Harga Mobil Daihatsu Maret 2026: MPV, City Car, hingga Commercial
-
Berapa Harga Raize Second? Bongkar Pasaran SUV Kompak Idaman Anak Muda dari Toyota
-
5 Motor Matic Cocok untuk Kaum Lajang Berangkat Mudik
-
Apa Kata Bahlil tentang Nasib Pertalite di Tengah Konflik Panas AS, Israel, dan Iran?