Suara.com - Siapa sangka, di pelosok-pelosok Indonesia ada pemuda-pemudi inovatif yang berkontribusi untuk Indonesia dalam diam, tanpa sorotan dan bahkan tanpa pamrih. Pemuda-pemudi ini yang kembali diangkat PT. Astra International (AI) melalui Satu Indonesia Award 2017.
Satu Indonesia Award 2017 merupakan pagelaran edisi kedelapan. Terdapat lima kategori individu (Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi), dan satu kategori kelompok.
Presiden Direktur AI, Prijono Sugiarto, mengatakan bahwa jumlah para pendaftar telah meningkat hingga 30 kali dibanding saat pariwara ini digelar pertama kali pada 2010.
"Saat itu (2010) pendaftarnya 120 orang. Tahun ini, jumlah pendaftarnya naik 38,5 persen dari 2016 menjadi 3.234 orang. Jumlah itu kalau dibagi 120, kan, 30 kalinya," kata Prijono dalam kata sambutannya di acara penghargaan Satu Indonesia Award 2017, Rabu (18/10/2017) di kantor pusat AI di Sunter, Jakarta.
AI, menurut Prijono, menjelaskan bahwa Satu Indonesia Award selalu berusaha mencari para pemuda di berbagai daerah di Indonesia yang inovatif dan memiliki sumbangsih bagi masyarakat.
"Mereka-mereka ini tidak pernah terekspos oleh siapapun. Beberapa orang bekerja untuk terpublikasikan, terkenal, mereka ini boro-boro ternama, terpublikasikan saja tidak," ujar Prijono.
Para pemenang Satu Indonesia Award 2017 dipilih oleh dewan juri yang beranggotakan Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Indonesia, Emil Salim; Menteri Kesehatan Nila Moeloek; Wakil Menteri Pendidikan 2010-2012 Fasli Jalal; Pendiri Institut Bisnis dan Kerakyatan Tri Mumpuni; dan Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo.
Salah satu dewan juri, Emil Salim, menjelaskan bahwa anak-anak daerah yang dijangkau dalam Satu Indonesia Award 2017 semakin meluas seperti ke Tambolaka, Nusa Tenggara Timur dan ke Bengkulu.
"Hal menarik lainnya adalah prakarsa yang dilakukan tanpa sadar akan ada yang akan memberi penghargaan. Mereka melakukan tanpa maksud untuk diberikan penghargaan," tukas Emil.
Kategori Kesehatan, di Satu Indonesia Award 2017, dimenangi oleh dua orang. Keduanya ialah Ronaldus Asto Dadut dari Tambolaka, NTT serta Triana Rahmawati dari Solo, Jawa Tengah.
Ronaldus ialah seorang relawan edukasi preventif bahaya perdagangan perempuan di Tambolaka karena permasalahan ekonomi serta adat-istiadat yang mendiskreditkan perempuan. Ia pun mendirikan Jaringan Relawan untuk Kemanusiaan (J-RUK) Sumba sejak 2012.
Triana, di sisi lain, adalah pendiri Griya Schizofren di Solo untuk mendampingi mereka yang memiliki masalah kejiwaan tanpa bayaran.
Di kategori Pendidikan, yang mendapat apresiasi tahun ini ialah Jamaluddin, pendiri Rumah Koran di Gowa, Sulawesi Selatan untuk mengurangi jumlah buta huruf di sana. Bidang Lingkungan, sementara itu, dimenangi oleh Ritno Kurniawan, pemuda yang mengarahkan para pembalak liar di hutan adat Gamaran di Padang Pariaman, Sumatera Barat menjadi pemandu wisata dan pelindung hutan.
Kategori Kewirausahaan dimenangi Anjani Sekar Arum, perempuan asal Batu, Jawa Tengah yang mempopulerkan batik Bantengan hingga ke luar negeri serta mengajarkan anak-anak perempuan setempat membatik.
Kategori Teknologi sendiri dimenangi Bambang Sardi dari Palu, Sulawesi Tengah yang berhasil membuat dan mengajarkan pembuatan minyak kelapa kepada dengan metode fermentasi anaerob kepada masyarakat setempat. Penduduk lokal yang awalnya cuma menjual buah kelapa berharga murah pun kini dapat terangkat kesejahteraannya dengan menjual minyak kelapa.
Mereka semua mendapatkan hadiah uang Rp60 juta. Jumlah ini naik dibandingkan hadiah tahun lalu senilai Rp55 juta.
Berita Terkait
-
Penjualan Daihatsu April 2026 Melejit Sigra dan Gran Max Jadi Primadona
-
Dominasi Pebalap Belia Binaan AHM di Seri Pembuka Thailand Talent Cup 2026
-
Daihatsu Bangun Kelas Industri demi Cetak SDM Otomotif Unggul
-
Promo DAIFIT 2026 Beri Hadiah Umroh dan Kemudahan Beli Mobil Daihatsu
-
RUPS Astra 2026: Presiden Direktur Diganti, Dividen Rp15,67 Triliun Ditebar
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kontroversi Juri LCC MPR Dyastasita Widya Budi: Punya Harta Rp581 Juta, Tapi Garasinya Kosong
-
BYD Tembus Tiga Besar, Ini 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia April 2026
-
Indomobil Expo Jogja Tawarkan Promo Mobil Listrik Plus Wall Charger Gratis, Kesempatan Terbatas
-
Simulasi Biaya Bulanan usai Solar Mahal, Apakah Innova Reborn Diesel Masih Layak Dibeli?
-
Sorotan Tajam Garasi 'Mrs. Artikulasi' Indri Wahyuni, Punya Kekayaan Rp3,9 M tapi...
-
Dulu Seharga XMAX Kini Setara Scoopy: Tengok Memesonanya United TX-3000
-
5 Mobil Bekas Under 100 Juta yang Cepat Laku pas Dijual Kembali, Aset Likuid untuk Dana Darurat
-
Solar Mahal! Ini 5 Mobil Bekas 7 Penumpang yang Irit, Cocok untuk Gantikan Innova Diesel
-
Rapor Penjualan Honda Awal 2026: Wajib Berbenah Biar Nggak Punah
-
Mobil Terlaris Indonesia 2026: Kejutan Besar Merek China, Nasib Honda yang Tertekan di Bulan April