Suara.com - Sebanyak delapan pabrikan mobil besar asal Jepang berhasil memproduksi lebih dari 28 juta unit secara total di 2017 kemarin, didorong oleh performa bagus di pasar Cina.
Secara mendetail, jumlah produksi delapan pabrikan Jepang, seperti diwartakan Nikkei Asian Review pada akhir Januari, ialah 28.470.284 unit. Adapun kedelapan pabrikan itu ialah Toyota, Nissan, Honda, Mitsubishi, Subaru, Mazda, Suzuki, dan Daihatsu.
Volume produksi tersebut tumbuh 5 persen jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Pertumbuhan produksi pabrikan-pabrikan Jepang itu pada 2017 membuat mereka menorehkan rekor pertumbuhan enam tahun berurutan.
Meski pasar Amerika Serikat (AS) tak terlalu baik, pertumbuhan tahun lalu tertolong pasar Cina. Secara keseluruhan, perakitan di 'Negeri Tirai Bambu' berkontribusi 4,63 juta atau tumbuh 13 persen dibanding di 2016.
Produksi Honda di Cina untuk pertama kalinya lebih besar dibandingkan di AS. Sementara itu, produksi Nissan di negara komunis itu lebih besar ketimbang di 'Negeri Paman Sam' untuk kedua kalinya secara berturutan.
Toyota memperkuat aktivitas manufakturing mereka di Cina melalui dua pabrik baru di Guangzhou serta Tianjin mulai 2017. Mitsubishi untuk pertama kalinya menjual lebih banyak kendaraan di pasar otomotif terbesar dunia itu, ketimbang di AS.
Transaksi jual-beli Mazda di Cina juga lebih besar jika dikomparasikan dengan di AS untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Pasar Cina sesungguhnya agak melambat karena kebijakan pengurangan insentif pajak. Namun, pabrikan-pabrikan Jepang mampu selamat berkat perkuatan model-model sport utility vehicle (SUV) mereka di sana, juga karena strategi-strategi lainnya.
Produksi Toyota, Nissan, Honda, plus Subaru di AS turun 5 persen menjadi 3,76 juta unit. Di sisi lain, produksi pabrikan-pabrikan Jepang di rumah mereka sendiri naik 5,5 persen menjadi 9.194.821 unit.
Baca Juga: Mitsubishi Indonesia Recall 14 Ribu Pajero Sport, Apa Sebabnya?
Kenaikan produksi mobil di Jepang adalah yang pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Merek-merek seperti Suzuki dan Daihatsu meningkatkan kapasitas untuk mobil kecil, yang juga berdampak pada pertumbuhan ekspor kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV