Otomotif / Mobil
Rabu, 06 Juni 2018 | 15:09 WIB
Ilustrasi kapal feri [Shutterstock].

Suara.com - Mudik Lebaran 2018 dengan menyetir sendiri rasanya seru. Ada unsur nostalgia, kebersamaan, sekaligus menikmati kemacetan. Lantas bagaimana bila masih ditambah penyeberangan laut karena Indonesia adalah negara archipelago terbesar di dunia? Tentu saja bakal semakin asyik dengan naik kapal feri.

Berikut tips bagi para pemudik dan wisatawan Nusantara yang ingin melakukan perjalanan darat ditambah dengan naik kapal feri, salah satu moda transportasi laut.

1. Cari tahu moda transportasi laut yang bakal membawa Anda sekeluarga lengkap dengan mobil sekaligus.

Hal ini penting untuk mengalokasikan waktu, dana, dan kenyamanan seisi rumah.

Jarak dekat misalnya, penyeberangan feri dari Surabaya ke Madura. Hanya perlu sekitar 15 menit melintas Selat Madura. Meski demikian, perlu diperhitungkan berapa lama mesti mengantre, berapa lama pula mesti memarkir kendaraan dan mengeluarkannya setelah tiba di tujuan.

2. Pastikan mobil Anda akan diangkut pada jadwal keberangkatan yang tersedia.

Caranya dengan mengunjungi situs resmi perusahaan penyeberangan, menelpon, atau datang langsung ke kantor operasionalnya.

Bila terdapat layanan pemesanan online atau pencatatan manual, lebih bagus lagi. Cantumkan nomor telepon yang mudah dihubungi dan simpan nomor hotline layanan feri.

3. Minta penyedia jasa penyeberangan memberikan info lengkap di mana lokasi Anda memarkir mobil di hari keberangkatan nanti.

Baca Juga: Resmi! Lorenzo Duet dengan Marquez di Honda Musim Depan

Mobil Anda mungkin saja ditempatkan di dek paling bawah, tengah, atau lokasi lainnya. Dengan lebih dahulu tahu area penempatan, mobil bisa segera diparkir tanpa harus mencari-cari terlebih dahulu.

4. Bila harus bermalam di feri, pesan dan tanyakan ketersediaan kamar penumpang. 

Hal ini penting, terutama bila keluarga membawa anak kecil. Tak ada salahnya juga bertanya-tanya soal penginapan di sekitar dermaga feri, sebagai antisipasi keterlambatan jadwal sehingga Anda sekeluarga dan mobil baru bisa diberangkatkan di hari berikutnya.

Foto: Sejumlah kendaraan roda empat tujuan Pulau Jawa, antre masuk kapal feri di Dermaga IV Pelabuhan Bakauheni, Lampung [Antara/Kristian Ali].

5. Di Hari-H penyeberangan, usahakan sudah tiba jauh sebelum jam keberangkatan.

Dan selalu update dengan info feri terkini, termasuk bila antrean sudah dibuka dan kapan saatnya mesti membawa mobil naik ke atas feri.

6. Parkirlah di tempat yang telah ditentukan dan ingat lokasi ini baik-baik.

Paling mudah, buat beberapa potret dengan ponsel untuk mengingat-ingat. Termasuk lajur dan posisi.

Ajak keluarga untuk beristirahat di ruangan yang telah disediakan, dibandingkan bergerombol di bagian tepi atau area keluar-masuk kendaraan. Selain berbahaya, juga berpotensi mengganggu kelancaran proses bongkar-muat feri.

Foto: Ilustrasi pelampung di sebuah kapal feri [Shutterstock]

7. Perhatikan lokasi tempat penyimpanan pelampung penumpang, tangga darurat, ban penyelamat, sampai kotak obat atau P3K di seluruh penjuru feri.

Bagaimana pun, tindakan preventif dan tanggap situasi dibutuhkan dalam kondisi ramai arus mudik.

8. Rawat segera kendaraan yang telah diajak "melaut" sesegera mungkin.

Bagaimanapun, feri melayari lautan dengan kandungan garam.  Proses oksidasi bakal terjadi pada permukaan bodi kendaraan.  Mulai angin laut, sampai percikan air laut ke dalam feri bisa menimbulkan karat. 

Karena itu segera bersihkan mobil setelah dibawa berlayar dengan feri atau kapal. Paling tidak selesai liburan mudik dengan mencucinya menggunakan air serta bahan pembersih.

Load More