Suara.com - Sebuah statistik dari Britania Raya mengungkapkan bahwa sampai 25 persen kecelakaan fatal disebabkan oleh mereka yang mengantuk saat berada di balik kemudi. Hal ini menjadi dasar bagi AA Charitable Trust (Automobile Association, asosiasi otomotif Britania Raya) untuk menggagas sebuah kampanye.
Tujuannya memberikan wacana bagi pengemudi tentang cara mengatasi kelelahan yang menyebabkan mereka mengantuk, serta cara mendapatkan istirahat atau tidur berkualitas.
Dalam survei yang melibatkan 20.561 responden pengemudi, ditemukan fakta bahwa satu dari delapan (13 persen) pengemudi asal Britania Raya menyatakan bisa jatuh terlelap di balik kemudi, lantas hampir dua perlima (37 persen) mengatakan bahwa mereka sangat lelah sehingga takut jatuh terlelap selagi memegang kemudi. Demikian dilansir dari Motoring Research.
AA Charitable Trust menyebutkan bahwa tindakan menurunkan jendela atau menyalakan radio tidaklah efektif dalam memerangi kelelahan.
Edmund King, Direktur AA Charitable Trust, menyatakan, "Seorang pengemudi yang mengantuk dan memejamkan mata selama tiga atau empat detik saja di jalan raya, sama halnya dengan berjalan sepanjang lapangan bola dengan mata tertutup. Apalagi bila kondisi tidak sadar ini terjadi selama 30 detik, dan saat tunggangan dipacu dalam kecepatan mendekati 100 km per jam. Hasilnya pasti mengerikan!"
Selain risiko yang mengancam keselamatan sendiri, bila terjadi tabrakan atau mencelakakan orang lain, hukuman penjara tak kurang dari 14 tahun sudah menanti.
Karena itu, tetaplah berusaha tetap memiliki kesadaran selagi Anda berada di balik kemudi. Seperti ditambahkan oleh Edmund King, “Tindakan sederhana bisa membantu meringankan risiko. Kesadaran akan suatu masalah adalah langkah pertama, itulah mengapa kami meluncurkan kampanye ini dan melakukan kampanye akan bahaya mengantuk selagi mengemudi.”
Jadi, langkah apakah yang mesti Anda lakukan bila sudah terserang kantuk?
1. Bila didapati tanda-tanda kelelahan, segera berhenti dan istirahat.
Baca Juga: Sri Mulyani : Saya Siap Belajar Kembangkan Industri Kreatif
2. Berhentilah di tempat yang aman, bukan berhenti di bahu jalan raya.
3. Minum dua cangkir kopi atau minuman berkafein yang setara, tidak lebih.
4. Tidur siang sebentar sekitar 15 - 20 menit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung