Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, sebagaimana dikutip laman resmi Daihatsu dari survei Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) atau asosiasi produsen otomotif di Jepang, telah terjadi tren peningkatan jumlah pelanggan yang menggunakan kendaraan niaga mini. Adapun fungsi penggunaannya adalah untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Antara lain berbelanja, pergi ke kantor atau sekolah, sampai antar-jemput penumpang. Selain itu, lingkup penggunanya cukup mencakup pelanggan lanjut usia atau lansia.
Nah, salah satu produk yang difavoritkan adalah Daihatsu Hijet, produksi Daihatsu Motor Company Limited, Jepang.
Mobil yang masuk kategori kendaraan komersial ini berulang tahun ke-60 pada November 2020. Dalam kesempatan itu, Daihatsu mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para pelanggan atas kepercayaan dan dukungannya terhadap Hijet sejak diproduksi perdana.
Kekinian, Daihatsu Hijet terdiri dari tiga model dan digunakan untuk berbagai kebutuhan komersial dan operasional pelanggan. Peruntukannya macam-macam, yaitu:
- Model Truck digunakan terutama di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan.
- Model Cargo dan Caddy, sebagai operasional pada bidang industri transportasi dan retail.
Dalam hal keamanan, Daihatsu Hijet dilengkapi sistem keamanan aktif Smart Assist. Sehingga, pelanggan bisa tetap beraktivitas sehari-hari dengan lebih aman, serta berbisnis lebih tenang. Dari semua keunggulan ini, terbukti Daihatsu Hijet mampu menjadi mitra bisnis yang tepat dan handal.
Sementara pengembangan Daihatsu Hijet juga fokus pada peningkatan fitur penting lainnya agar tetap lincah ketika digunakan dalam berbisnis sehari-hari. Contohnya kemudahan dalam melakukan bongkar-muat barang, membongkar kargo, daya tahan kendaraan,kemudahan dalam bermanuver yang memungkinkan kendaraan melaju di jalan yang sempit. Antara lain jalan setapak di area persawahan dan gang-gang kecil di pusat kota.
Sejak generasi pertama diluncurkan, secara akumulatif, hingga September 2020, Hijet telah diproduksi lebih dari 7,4 juta unit dengan 2,2 juta unit di antaranya masih digunakan sampai dengan saat ini.
Berita Terkait
-
Takefusa Kubo: Timnas Jepang Lebih Percaya Diri, Yakin Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Cerita Timnas Jepang Target Juara Piala Dunia 2050, Apa Saja yang Mereka Lakukan?
-
Review Film Renoir: Ketika Kita Terlalu Remehkan Perasaan Anak
-
Tak Mau Dijuluki Mini Minions, Raymond/Joaquin Pilih Dikenal sebagai Ray-Jo
-
Daftar Harga Xiaomi TV S Mini LED 2026: Smart TV Premium Layar Jumbo Berfitur Menarik
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Akselerasi Pemulihan Bencana Aceh Toyota Kerahkan Tiga Unit Kijang Innova Jadi Armada Medis
-
Harga Beda Tipis, Mending Honda Brio RS atau Toyota Raize? Begini Kata Pakar
-
Terpopuler: Cruise Yamaha, Motor Hidrogen, Garasi Wamen Imipas Silmy Karim
-
Konsumen Indonesia Mulai Lirik Varian PHEV Pesanan Wuling Eksion Tunjukkan Tren Positif
-
Ironi Garasi Rp8,4 Miliar Silmy Karim: Bertabur Mobil 'Hobi' Klasik di Tengah Pusaran Korupsi
-
Canggihnya Cruise Control Yamaha, Bisa Ngedownshift Otomatis
-
Begini Perbedaan 'Mahzab' Kawasaki dan Toyota Meracik Motor Hidrogen
-
Auto2000 Masih Pede Jualan Veloz Hybrid Meski Ditantang BYD M6 PHEV dari Sisi Harga dan Teknologi
-
Dibongkar Kejagung, Terkuak Fakta Motor Listrik BGN Pesanan Dadan Hindayana
-
Proyek Pabrik BYD Subang Kebakaran, Diduga Akibat Puntung Rokok