Suara.com - Di laman media sosial tak jarang diunggah video viral tentang tingkah polah perempuan alias kaum Hawa saat motoran melanggar lalu lintas. Terkadang membuat kening berkerut, karena bikin bingung.
Seperti memberi tanda lampu sein ke kiri, namun belok ke kanan. Atau saat menggunakannya lupa dimatikan.
Tidak heran bila ada bak truk sampai menuliskan kalimat "Semoga tidak ketemu emak-emak yang lampu seinnya menunjuk ke mana, beloknya ke mana". Jangan menjadi emosi bila ada pandangan stereotipe seperti demikian, justru inilah saatnya memandang peraturan lalu lintas wajib ditegakkan dan berlaku adil, bagi perempuan maupun lelaki.
Mengutip laman Wahana Honda, berikut kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan kaum perempuan saat menunggangi sepeda motor.
Berikut adalah kesalahan yang kerap dilakukan pemotor perempuan dan konsekuensinya:
1. Penggunaan fitur pada kendaraan yang tidak tepat
- Banyak sekali perempuan tidak begitu paham mengenai cara berkendara motor secara benar. Dengan pengetahuan terbatas terhadap kendaraan, mereka pun lantas terjun ke jalanan dengan bermodalkan nekat. Akibatnya sering mengalami kesalahan dalam hal penggunaan fitur kendaraan. Sebut saja salah satunya adalah penggunaan lampu sein tadi.
- Selain itu, penggunaan fitur motor yang kerap disalahgunakan oleh kaum Hawa adalah soal rem depan dan belakang. Ini biasa terjadi pada mereka yang menunggangi motor bebek atau motor manual.
- Pada jenis motor ini, pengereman roda belakang biasanya dilakukan dengan menginjak tuas rem yang berada tepat di bawah telapak kaki kanan. Sedangkan untuk melakukan pengereman ban depan, bisa menggunakan tangan yang berada di dekat gas motor.
- Penggunaan fitur yang salah ini sangat membahayakan keselamatan dirinya sendiri maupun pengendara lain. Sehingga sangat disarankan bagi para perempuan sebelum berkendara, pastikan sudah cukup paham dan mengetahui apa saja fungsi dari masing-masing fitur kendaraan yang ada di sana.
2. Menghentikan motor tiba-tiba
- Tak jarang para perempuan menghentikan kendaraan secara tiba-tiba. Hal ini membuat pengendara yang ada di belakangnya pun kaget dan harus melakukan pengereman secara mendadak.
- Jika pengendara di belakangnya tidak fokus, risiko yang bisa terjadi adalah tabrakan. Dan potensinya sangat besar.
- Bagi para perempuan yang sering melakukan hal-hal seperti ini, mulailah untuk mengurangi atau menghentikan kebiasaan itu. Hal ini dikarenakan keselamatan diri sendiri dipertaruhkan.
- Beruntung jika kendaraan yang ada di belakang bergerak dengan laju perlahan, sehingga mudah bagi mereka untuk menghentikan kendaraannya sewaktu-waktu ketika ada pemotor perempuan berhenti tiba-tiba.
3. Memutar balik arah kendaraan
- Seringkali para perempuan juga melakukan putar arah tanpa pertimbangan yang matang. Mereka melakukan hal ini tanpa melihat ke arah belakang sehingga dapat berdampak buruk terhadap keselamatannya.
- Kendaraan yang melaju dari arah belakang bisa saja menabraknya jika putar balik dilakukan secara tiba-tiba.
4. Melanggar rambu lalu lintas
Baca Juga: Best 5 Oto: Mobil Presiden RI Menerjang Banjir, Honda Gold Wing 2021 Muncul
- Ada begitu banyak tanda atau rambu lalu lintas yang terpasang di jalan. Sayangnya, banyak juga dari mereka yang dilanggar kaum Hawa lantaran mereka tidak mengerti artinya.
- Padahal jelas-jelas, pelanggaran lalu lintas ini dapat menyebabkan sanksi yang cukup beragam. Mulai dari denda hingga pidana kurungan dengan nominal dan jangka waktu yang variatif.
- Jika tidak ingin dikenai sanksi, pastikan untuk menaati setiap peraturan lalu lintas yang ada.
- Jangan pernah sekali pun mencoba melanggar aturan yang dapat merugikan diri sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung