Suara.com - Institute for Highway Safety (IIHS) baru-baru ini mengadakan sebuah penelitian tentang jalan menikung, yang menjadi masalah utama bagi fitur Adaptive Cruise Control (ACC).
Sensor yang digunakan ACC disebut masih belum sepenuhnya mampu membaca kondisi jalan terutama ketika harus melintasi tikungan tajam.
Hal ini kerap terjadi baik secara otomatis atau karena pengemudi memilih untuk tidak mempercayai sensor mobil.
"Kami tahu bahwa fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut mampu membantu mencegah terjadinya kecelakaan, tetapi jelas mereka hanya bisa melakukannya jika pengemudi menggunakannya," kata Wen Hu, insinyur transportasi penelitian senior IIHS, dikutip dari Autoevolution.
Wen Hu menambahkan, studi ini menunjukkan bahwa teknologi ACC hanya bisa dimanfaatkan sepenuhnya jika pengemudi dapat mempercayai fitur itu untuk melewati tikungan.
Tidak seperti cruise control biasa, ACC mampu secara otomatis memperlambat kendaraan dan mempertahankan jarak antarkendaraan dengan mobil di depan sehingga pengemudi tidak perlu mengerem dan mengatur ulang sistem setiap kali mobil di depan melambat.
Dalam survei yang dilakukan, Wen Hu mengumpulkan data dari 39 pengguna Range Rover Evoque dan Volvo S90.
Peneliti menemukan bahwa 72 persen pengemudi Range Rover Evoque, kecil kemungkinan untuk menggunakan fitur ACC pada saat harus melewati tikungan tajam dibandingkan dengan jalan lurus.
Sedangkan sebanyak 66 persen pengguna Volvo S90, lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan fitur ACC dan 75 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan Pilot Assist saat tikungan tajam.
Baca Juga: Terungkap, Alasan Daihatsu Rocky Menjadi SUV Kompak
"Jelas bahwa sementara sistem ini tentu perlu menjadi lebih baik. Tapi pengemudi juga harus mulai menggunakan fitur ini untuk melewati jalan menikung," tutup Wen Hu.
Berita Terkait
-
Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu
-
Hasil Drawing ASEAN Club Championship: Persib Segrup dengan JDT, Borneo FC Ditantang Buriram United
-
Canggihnya Cruise Control Yamaha, Bisa Ngedownshift Otomatis
-
Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan
-
Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia
-
Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua