Suara.com - Kepala ekonom dana investasi ING Greater China, Iris Pang, memperkirakan pabrikan mobil akan memiliki sumber baru untuk mengurangi kekurangan chip semikonduktor.
Dalam forum Global Markets yang berlangsung baru-baru ini, ia menyampaikan bahwa produsen chip yang sebagian besar berbasis di Taiwan, telah meningkatkan produksinya.
Hal itu dilakukan untuk membantu industri otomotif yang sangat membutuhkan pasokan chip semikonduktor.
"Perusahaan semikonduktor Taiwan sedang menyesuaikan pembuatan chip untuk mobil, sehingga kekurangan chip dapat diselesaikan dalam beberapa minggu," ujar Iris Pang, dikutip dari Carscoops.
Sementara eksekutif perusahaan pemasok chip semikonduktor berbicara di forum yang sama mengatakan bahwa kekurangan chip yang lebih luas bisa berlangsung hingga paruh 2022.
Beberapa pemasok bahkan mencari cara untuk mendaur ulang chip bekas untuk membantu mengurangi kekurangan berkelanjutan.
Sedangkan belum lama ini, pembuat mobil asal Jerman, BMW memperkirakan bahwa krisis pasokan chip masih akan terjadi hingga akhir 2021.
Daimler, perusahaan induk Mercedes-Benz, mengatakan pihaknya yakin kelangkaan ini bisa berlangsung hingga 2022. Senada pendapat CEO Stellantis, Carlos Tavares.
"Krisis semikonduktor, dari semua yang saya lihat bisa terjadi sampai 2022. Saya belum melihat cukup tanda bila pasokan chip akan datang dalam waktu dekat," ungkapnya.
Baca Juga: Langka Pasokan Chip Semikonduktor, Renault Samsung Tangguhkan Produksi di Korea Selatan
Berita Terkait
-
Bauran Energi Terbarukan 2025 Baru 15,75 Persen, IESR: Tak Sesuai Target
-
Indonesia Siapkan Ekosistem Semikonduktor, Libatkan Inggris dengan Anggaran 125 Juta USD
-
4 Sumber Kekayaan Kenny Austin yang Dituding Mokondo oleh Satria Mulia
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
7 HP Murah Chip Kencang dengan Memori 256 GB Januari 2026, Harga Mulai 1 Jutaan!
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terkini
-
Pilihan Sultan Terbaru Yamaha TMAX Generasi Kesembilan Resmi Hadir di Indonesia
-
Harga Geely EX2 Resmi Diumumkan, Termurah Rp 229 Juta
-
Dua 'Titipan' Jokowi Kena OTT KPK: Intip Mewahnya Koleksi Kendaraan Bupati Pati dan Walkot Madiun
-
Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
-
5 Fakta Unik Honda Jazz 2026 Terbaru: Harga 150 Jutaan, Mending Mana sama City Hatcback?
-
5 Mobil Mirip Isuzu Panther yang Irit BBM dan Bandel untuk Jangka Panjang
-
Apakah Pajak Honda City Hatchback Mahal? Cermati di Sini Fakta Uniknya!
-
Selisih Pajak Toyota Avanza Versi 1500cc dan Veloz Generasi Terbaru, Mending Mana?
-
Tampil Kalcer Padukan Fungsi dan Estetika Dalam Balutan Skutik Retro
-
Ertiga Bekas Vs Avanza 2017 Hampir Sama Harganya, Mana yang Lebih Menarik?