Otomotif / mobil
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
BIla terjadi overheat, buka kap mesin [Shutterstock].

Suara.com - Mesin mobil yang cepat panas bisa menimbulkan kerusakan pada komponen-komponen di dalamnya. Dampak terbesar yang terjadi adalah mesin mobil tiba-tiba mati.

Uniknya, kebanyakan mesin cepat panas bukan karena mobil sudah tua, melainkan kelalaian pemakaian. Mengutip Suzuki Indonesia, ada beberapa penyebab mesin mobil cepat panas. Antara lain, mulai sirkulasi air radiator bermasalah, salah menggunakan cairan radiator, sampai kualitas oli.

Berikut selengkapnya, sembilan penyebab mesin mobil cepat panas:

Mengisi coolant pada radiator mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

1. Oli Mesin Berkurang karena Kualitasnya Buruk

Baca Juga: Tampil Keren Saat Menangkap Pencuri Mobil, Jordan Williams Tertegun Dapat Bonus Cincin

  • Oli mesin tak hanya bekerja sebagai pelumas komponen dalam mesin agar bisa bergesekan dengan mudah. Fungsi lain dari oli mesin juga sebagai pendingin, sehingga ketika terjadi gesekan kuat antarmesin, maka tidak terjadi overheat.
  • Penyebab mesin mobil cepat panas bisa dikarenakan jumlah oli mesin berkurang akibat pemakaian. Oli mesin bisa menguap saat bersinggungan langsung dengan ruang pembakaran.
  • Tak hanya itu saja, oli mesin juga akan menurun kualitasnya jika sudah lama digunakan. Apalagi jika sejak awal sudah menggunakan jenis oli palsu yang dijual murah.

2. Sirkulasi Air dalam Radiator Bermasalah

  • Masalah pada radiator adalah hal yang umum dan perlu dicek ketika mobil mati akibat mesin panas. Setiap radiator harus memiliki sirkulasi yang lancar, jika terhambat maka akan mengganggu jalannya air radiator.
  • Ketika sirkulasinya terhambat, maka radiator tidak lagi bisa bekerja untuk mendinginkan mesin mobil ketika dikendarai. Akibatnya mesin panas dan langsung naik suhunya sehingga terjadi overheat.

3. Salah Menggunakan Cairan Radiator

  • Penyebab mesin mobil cepat panas yang selanjutnya juga bisa dikarenakan tidak pakai cairan radiator yang tepat. Bila menggunakan biasa, bisa saja mengandung kotoran termasuk logam serta mineral.
  • Elemen kotoran ini yang akan menimbulkan endapan sehingga menyumbat saluran radiator. Hal ini jugalah yang menjadi penyebab utama saluran air menjadi terhambat. Perlu ditambahkan air radiator yang tepat dan rutin.
  • Hindari menggunakan air biasa dan gunakan cairan yang mengandung coolant. Sehingga radiator bisa bekerja dengan baik.

4. Kebocoran pada Selang Radiator

  • Selain penyumbatan pada saluran radiator, hal yang juga sering terjadi adalah kebocoran pada bagian selang. Kebocoran membuat air radiator cepat habis sehingga coolant tidak bekerja untuk mendinginkan mesin mobil.
  • Selang bisa rusak karena penempatan yang kurang pas, bagian sambungan yang tidak kencang,atau masalah lainnya. Oleh karena itu jika mesin panas, cobalah cek setiap bagian selang radiator secara hati-hati.
  • Masalah kebocoran ini bisa diatasi dengan mengganti selang yang baru. Pastikan bagian yang bocor sudah diatasi sebelum mobil digunakan kembali.

5. Kerusakan pada Water Pump

  • Dalam sebuah radiator terdapat komponen yang disebut water pump. Komponen ini berfungsi sebagai pompa air sehingga sirkulasinya berjalan baik.
  • Melalui komponen inilah air bisa terus berputar di seluruh radiator. Water pump rusak menjadi penyebab mesin mobil cepat panas yang mungkin saja terjadi, meski kecil kemungkinannya. Biasanya pada mobil lama, terdapat karat atau pengunci mulai rusak, sehingga water pump tidak dapat bekerja memompa water coolant.

6. Kipas Radiator Mati

Baca Juga: Niat Curi Mobil di Parkiran, Maling Ini Tak Tahu Pemiliknya adalah Petarung UFC

  • Disebut sebagai Visco Fan, komponen ini berada di belakang radiator dan di sebelah kipas putaran mesin. Fungsi utamanya adalah untuk membuang udara panas yang keluar dari mesin.
  • Kerusakan kipas radiator ini bisa disebabkan karena kipas belt putus atau bagian karet sudah keras terkena karat. Ketika kipas ini rusak, maka akan terjadi masalah pada sinyal yang dikirim ke Electric Control Unit.

7. Thermostat yang Tidak Berfungsi

  • Setiap mobil selalu dilengkapi thermostat yaitu alat untuk mengukur suhu dalam mesin mobil. Alat ini dihubungkan langsung dengan sistem kerja alat radiator mobil.
  • Ketika suhu mesin rendah, thermostat mampu mengatur supaya air berada dalam radiator. Ketika suhu mesin berubah menjadi panas, maka air radiator akan mengalir dan bekerja sebagai pendingin.
  • Penyebab mesin mobil cepat panas lainnya adalah thermostat sudah rusak sehingga air radiator tidak mengalir ketika suhu mesin panas. Jika komponen ini rusak, cara satu-satunya adalah mengganti dengan yang baru.

8. Kerusakan pada Karet Tutup Radiator

  • Masih berhubungan dengan sistem radiator, semua komponennya dalam mobil selalu dilengkapi tutup yang terbuat dari karet. Tujuan dari tutup ini adalah untuk membuat tekanan air dalam sistem tetap aman.
  • Saat terjadi kerusakan pada bagian tutup ini, maka air dalam radiator akan keluar. Hal ini sama ketika selang radiator mengalami kerusakan. Tutup dari karet ini juga mudah rusak karena penggunaan.
  • Lakukan pengecekan tutup radiator ketika mesin dingin agar air panas tidak menyembur. Tutup yang sudah getas hanya bisa diganti baru agar bisa kencang menutup.

9. Tidak Menggunakan BBM yang Tepat

  • Penyebab terakhir ini sangat sepele, tetapi berpengaruh pada mesin mobil, yaitu cepat panas. Bahan bakar untuk mobil supaya kondisi mesin terawat dan melaju kencang adalah oktan tinggi.
  • Sebagian besar orang masih menggunakan jenis BBM dengan oktan lebih rendah dari anjuran pabrikan. Padahal BBM dengan oktan rendah menjadi penyebab terjadinya knocking pada mobil.

Komentar