Suara.com - Pemandangan ini bisa bikin melongo. Betapa tidak, ada sekitar 3.000 unit mobil brand BMW dan MINI teronggok begitu saja di sebidang tanah kosong, di wilayah Vancouver, Kanada.
Dikutip dari Motor1 dan beberapa saat lalu juga bisa dijumpai di sejumlah situs genre otomotif, mobil-mobil ini kabarnya terbengkalai hampir enam tahun.
Uniknya bukan mobil bekas pakai atau kerap disebut penyuka otomotif sebagai junkyard alias kampakan. Kendaraan-kendaraan dari dua brand tadi adalah produk baru atau gres. Sehingga sangat potensial membuat orang ingin memperbaikinya.
Namun percayalah, tidak ada harapan.
Pasalnya, 3.000 mobil unit produk BMW dan MINI ini adalah mobil bekas banjir. Sudah terkena garam dan kelembapan dalam jumlah berlebihan saat tiba di pelabuhan Halifax, Kanada, pada Februari 2015.
Awalnya, kendaraan-kendaraan malang itu dikapalkan dan tiba saat Kanada mengalami badai salju. Dampaknya, mobil mengalami kerusakan yang cukup parah saat mencapai pelabuhan. Bila melongok kronologi ini, serta menilik catatan meteorologi dari CMOS (Canadian Meteorological amd Oceanographic Society) kemungkinan peristiwa ini adalah badai dari Lautan Pasifik yang dijuluki Badai Juan.
Timbunan salju dalam jangka panjang kemungkinan memperburuk sejumlah komponen mobil seperti sistem kelistrikan kendaraan, suspensi, dan komponen vital lainnya.
Akhirnya pihak berwenang menarik ribuan kendaraan itu, yang sebenarnya masih bisa diselamatkan. BMW melihatnya tidak layak secara ekonomi bila dilakukan perbaikan.
Bagi perusahaan Jerman ini, lebih ekonomis bila mereka mengganti kendaraan yang rusak secara langsung sesuai nominal harga. Dibandingkan mengurus produk rusak akibat air laut serta kelembapan ekstrem. Biaya besar mengadang bila ngotot memperbaikinya.
Baca Juga: Tak Perlu Panik, Cakram Rem Mobil Timbul Karat Bukan Berarti Rusak
Kekinian, 3.000 unit yang terbengkalai ini menunggu waktu untuk dilebur atau didaur ulang. Dengan catatan ada komponen yang sekiranya masih bisa digunakan.
Berita Terkait
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
-
Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun
-
Takefusa Kubo Jadi Tumpuan Utama Timnas Jepang Usai Badai Cedera Samurai Blue
-
Resmi Debut, AND2BLE Hadapi Perubahan dan Mulai Awal Baru di Lagu Curious
-
Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis
-
Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang
-
Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton
-
Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge
-
Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi
-
Suzuki Fronx Teranyar Siap Minum Etanol Murni, Rilis Dalam Waktu Dekat
-
Harga Terlalu Murah Jadi Senjata Makan Tuan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi