Suara.com - Pengereman adalah salah satu teknik yang harus dikuasai pengendara kendaraan bermotor. Termasuk sepeda motor. Untuk motor bebek dan motor sport, pengereman dilakukan pakai tangan serta kaki.
Sementara itu, lain halnya dengan motor transmisi otomatis atau biasa disebut motor matik. Untuk jenis ini, pengereman menggunakan kedua tangan.
Apabila tak terbiasa mengendarai motor matik, melakukan pengereman, apalagi dalam kondisi mendadak perlu diperhatikan. Salah-salah bisa celaka.
Saat mengendarai motor matik, pahami dan ikuti langkah-langkah aman dalam melakukan pengereman. Dikutip dari Wahana Honda, berikut adalah sederet tips untuk melakukan pengereman motor matik. Mulai tidak menarik rem terlalu keras, sampai mendahulukan rem depan.
Berikut selengkapnya, tips melakukan pengereman mendadak saat menunggang motor matik:
Jangan menarik rem terlalu keras
- Hal pertama yang harus diingat ketika akan melakukan rem mendadak saat berkendara menggunakan motor matik adalah dengan tidak menarik tuas rem terlalu keras.
- Bila menarik tuas rem terlalu dalam, ban malah bisa terkunci, dan akhirnya menyebabkan motor tergelincir. Jadi sebaiknya mainkan tuas rem, yaitu dengan menarik dan mengendorkan bergantian secara intens.
Dahulukan rem depan
- Dalam kondisi darurat sebelum mengerem mendadak, dahulukan penggunaan rem depan. Namun tentu saja, tetap diikuti pemakaian rem belakang. Jadi, proses pengereman bisa seimbang.
Pastikan motor lurus
- Langkah aman berikutnya adalah memastikan posisi motor tetap lurus saat hendak mengerem mendadak. Usahakan motor tidak menikung, agar tetap aman dan tidak tergelincir.
Selalu pakai safety gear
Baca Juga: Tak Perlu Panik, Cakram Rem Mobil Timbul Karat Bukan Berarti Rusak
- Meski sudah mengantisipasi dengan melakukan teknik pengereman mendadak yang aman, risiko kecelakaan selalu ada. Oleh karena itu, selalu gunakan safety gear ke mana pun berkendara. Sebab, tidak ada yang pernah bisa memprediksi kondisi di jalanan.
Berita Terkait
-
Tips Jaga Rem Mobil Tetap Pakem saat Dibawa Mudik Lebaran
-
Ternyata Salah Kaprah, Ini 5 Teknik Ngerem Motor yang Benar Sesuai Kondisi Jalan
-
Nasib Mobil Transmisi Manual di Tengah Transmisi Otomatis yang Kian Diminati
-
Produsen Mobil Ini Justru Mendulang Untung Karena Masih Tawarkan Opsi Transmisi Manual
-
Dampak Negatif Pada Sistem Pengereman Mobil Jika Paksa Terjang Banjir
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Terbukti Lebih Stabil Dibandingkan Mobil Listrik
-
Nasib Dadan Hindayana dan Kontroversi Pengadaan Motor Listrik Rp 2 Triliun
-
IPONE Tantang Jalur Ekstrem Bogor Hujan Trail 2026 Dukung Komunitas Motor Offroad
-
Adu Isi Garasi Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Mazda hingga BMW Terparkir di Rumah
-
Spesifikasi dan Harga Jetour T1 i-DM yang Panaskan Segmen SUV Hybrid Indonesia
-
Hadir di Dealer, Motor Listrik Yamaha Bisa Tempuh Jarak 169 Km, Harga Mirip Aerox
-
Yamaha FZ-X Jadi Hasil Kawin Silang Byson dan XSR 155: Desain Garang, Harga di Bawah Vario 125
-
Diskon Pajak hingga Hapus Denda, Catat Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di 6 Provinsi Tahun 2026
-
Jadi Pesaing Baru SUV Tangguh Jetour T1 i-DM Tawarkan Desain Ikonik dan Mesin Hybrid
-
Mewahnya Koleksi Mobil Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kini Dijemput Kejagung