Suara.com - Pemerintah Kota Malang menyatakan akan mempelajari skema yang diterapkan Pemerintah Kota Bogor dalam upaya optimalisasi pengelolaan angkutan umum di wilayah Kota Malang, Jawa Timur.
Dikutip dari kantor berita Antara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Heru Mulyono di Kota Malang, Rabu (29/12/2021) mengatakan bahwa pada 2022 pihaknya akan melakukan studi ke wilayah Kota Bogor untuk mempelajari skema yang diterapkan terkait pengelolaan angkutan kota.
"Untuk peremajaan tidak ada, namun tahun depan saya dengan sebagian teman-teman akan belajar ke Bogor. Bogor itu berhasil melakukan by service transportation," jelas Heru Mulyono.
Ia menjelaskan bahwa kawasan Kota Bogor selama ini dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki jumlah angkutan kota sangat banyak. Namun, Pemerintah Kota Bogor memiliki skema untuk menggantikan angkutan kota dengan mini bus.
Menurut Heru Mulyono, Pemerintah Kota Bogor mengubah sistem dari tiga unit angkutan kota dijadikan satu unit mini bus.
"Jadi di Bogor itu juga terkenal dengan jumlah angkot yang banyak. Pengemudi bisa menerima, bahwa tiga unit angkot dijadikan satu mini bus. Itu kemudian dikelola oleh paguyuban sopir angkot," tandasnya.
Ia menambahkan, jika nantinya para pengemudi atau sopir angkutan umum yang ada di wilayah Kota Malang menerima konsep ini, Pemerintah Kota Malang akan memberikan subsidi agar layanan angkutan kota tidak bergantung pada jumlah penumpang.
"Jika nanti mau, akan ada subsidi dari pemerintah. Subsidi per kilometer. Jadi tidak usah mengejar jumlah penumpang dan bahan bakar akan dibayar pemerintah. Makanya kami akan belajar ke Bogor," ujarnya.
Angkutan kota di wilayah Kota Malang, lanjutnya, saat ini masih belum mampu memberikan kepastian waktu terhadap para penumpang. Para calon penumpang harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum sampai tujuan.
Di Kota Malang, saat ini ada 25 jalur angkutan kota. Dari 25 jalur itu, sebanyak 18 jalur masih aktif, sementara sisanya tidak. Ia mengharapkan skema yang akan dicontoh dari Kota Bogor itu nantinya bisa memberikan kenyamanan kepada pengguna angkutan kota.
Pemerintah Kota Bogor melakukan konversi terhadap angkutan kota yang ada di wilayah menjadi Bus Kita Trans Pakuan. Pada tahap awal, Pemerintah Kota Bogor menghancurkan 30 unit angkutan kota digantikan sepuluh bus.
Program ini merupakan perpanjangan dari kebijakan konversi tiga angkutan kota menjadi satu bus melalui program Bus Kita Trans Pakuan yang dimotori Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Pemkot Bogor.
Menurut Pemerintah Kota Bogor, program ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah angkutan kota yang ada di Kota Hujan itu. Pada 2022, secara keseluruhan sebanyak 147 unit angkutan kota akan dikonversikan menjadi 49 unit Bus Kita Trans Pakuan.
Berita Terkait
-
Kemacetan Rantai Pasokan Berkurang, Produk Industri Otomotif Jepang Melonjak Bulan Lalu
-
China Tak Lagi Butuh Produsen Mobil Asing untuk Industri Otomotif
-
Sambut Pasar Otomotif 2022: Ini Prediksi Mobil yang Diminati
-
Apakah PPnBM DTP Masih Diperlukan? Simak Ulasan Pengamat Otomotif
-
Bantu Korban Erupsi Semeru, Divisi 4x4 Rescue dari Komunitas Otomotif DIY ke Lumajang
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan