Suara.com - Brosur mobil sejatinya dibagikan untuk calon konsumen yang hendak membeli kendaraan tersebut. Namun, ternyata brosur mobil bisa digunakan untuk mengungkap pelaku kejahatan.
Dilansir dari Carscoops, polisi di prefektur Aichi Jepang dilaporkan mengoleksi brosur mobil. Seluruh brosur mobil disusun rapi dalam sebuah berkas di kantor kepolisian.
Mereka rupanya melakukan itu untuk membantu proses mengungkap kasus kriminal. Salah satu kasus yang melibatkan brosur mobil pernah dialami polisi di prefektur Aichi tersebut.
Suatu hari, salah satu dari mereka tengah mencari pelaku tabrak lari di sebuah jalan raya. Kasus tersebut tak ada saksi, mereka hanya mengandalkan kamera dashcam yang buram. Dalam rekaman tersebut, tampak sekilas bagian depan mobil saja.
Sejumlah petugas polisi yang menyelidiki kasus itu meyakini mobil tersebut merupakan Toyota Aqua. Namun, petugas polisi bernama Misaki Hamaguchi ragu dengan temuan tersebut.
Keraguan tersebut membuat Misaki mengunjungi Departemen Kepolisian Aichi untuk mencari kebenaran tentang mobil itu.
Polisi tersebut lalu meminta petugas di sana untuk mengeluarkan seluruh brosur mobil yan tersimpan selama kurang lebih 40 tahun.
Terdapat 17 ribu brosur mobil yang disimpan di Departemen Kepolisian Aichi. Dari hasil penelusuran brosur mobil, Misaki pun akhirnya mengungkap kalau mobil yang digunakan pelaku tabrak lari merupakan Toyota Yaris.
Meski sudah ada teknologi internet, mereka tetap mempertahankan koleksi brosur mobil hingga saat ini. Itu karena polisi menilai kejahatan bisa dilakukan dengan mobil apa saja, baik mobil tua atau seri baru.
"Sangat penting untuk mengetahui jika ada beberapa kendaraan yang merupakan edisi terbatas," kata Misaki.
Berkat koleksi brosur kendaraan itu, kini kantor polisi Aichi kebanjiran permintaan dari berbagai kantor polisi di wilayah Jepang untuk mengungkap kasus kriminal.
Untuk melihat video koleksi brosur mobil di Kepolisian Prefektur Aichi, Jepang, silakan klik DI SINI!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jangan Asal Tanda Tangan, Ini Fungsi dan Syarat SPK Mobil Baru yang Wajib Kamu Tahu
-
Jangan Sampai Batal Mudik Lebaran 2026! Kenali 5 Penyebab Mesin Motor Overheat
-
Bukan LCGC, Mobil 7 Penumpang Penggerak RWD Ini Cuma Rp60 Jutaan Jelang Lebaran 2026
-
Viral Pemobil Vellfire Ngamuk Minta BBM Subsidi, Siapa Sebenarnya yang Berhak Isi Pertalite?
-
Sepakat Ditunda, Impor Mobil Pick Up dari India Ternyata Sudah Tiba di Jakarta
-
Mewah ala Alphard! BYD Rilis Linghui M9, MPV Pintu Geser Khusus Taksi Online
-
Polemik Impor Pick Up India Ditengah Dominasi Kendaraan Niaga 4x2 Produksi Dalam Negeri
-
Apakah Mobil Baru Masih Butuh Inreyen di Era Teknologi Mesin yang Semakin Canggih
-
Sering Terobos Hujan Bikin Motor Rentan? Sudah Cek 5 Bagian Ini Biar Tetap Aman?
-
Cari Skutik Murah Tapi Gak Murahan? Simak Kelebihan dan Penyakit Langganan Honda Genio