Suara.com - Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia (UI) drg Nurtami, Ph.D, Sp.OF(K) mengatakan UI saat ini masih terus mengembangkan teknologi kendaraan bus listrik UI untuk proses penyempurnaan.
"Kami terus berupaya mengembangkan teknologi dan membuat lebih banyak unit bus listrik lagi ke depannya. UI berencana menambah unit bus listrik dengan ukuran 10 meter dan 12 meter," katanya di kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (25/7/2022).
Ia menjelaskan bus listrik hasil rancangan dan produksi anak bangsa yang lahir dari ide periset Fakultas Teknik (FT) UI itu menjadi salah satu kendaraan listrik lokal yang beroperasi dalam penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.
Bus listrik tersebut merupakan kolaborasi dengan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) selama hampir tiga tahun dalam pembuatannya, di mana PT MAB berperan sebagai praktisi industri dalam negeri.
"Bus listrik UI adalah yang tertinggi di Indonesia untuk kelas bus berukuran besar, yaitu ukuran panjang 12 meter dan bobot maksimal 16 ton, pengembangan teknologi ini akan diperkenalkan pada puncak Presidensi G20 di Bali,” kata Nurtami.
Sementara itu Direktur Inovasi dan Science Techno Park UI, Ahmad Gamal mengatakan rancangan Bus Listrik UI telah memimiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
Bus ini, kata dia, dirancang sebaik mungkin, mulai dari sistem penggerak, pengereman, hingga seluruh mesin di dalamnya. Bus mampu menampung berat penumpang sebesar 13 ton dengan kecepatan maksimal 120 km/jam.
Meski demikian, bus tidak dianjurkan melaju dengan kecepatan tinggi karena dapat membahayakan pengendara lain.
Rencananya, usai Presidensi G20, Bus Listrik UI akan beroperasi di Kampus UI Depok agar sivitas UI dan warga sekitar dapat merasakan bus karya anak bangsa yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Bus Listrik UI Dipamerkan di PEVS 2022
Bus Listrik UI terwujud berkat dukungan pemerintah melalui Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan (LPDP) yang menginvestasikan dana sebesar Rp12,65 miliar untuk pengembangan platform bus listrik dan Rp5 miliar untuk pengembangan sistem penggerak (motor listrik) oleh UI.
Selama pembuatan Bus Listrik UI, Kepala Research Center for Advanced Vehicle, Fakultas Teknik UI, Dr. Ir. Feri Yusivar, M.Eng., mewakili tim peneliti bus listrik, menyebut ada tantangan dalam pengerjaannya.
Salah satunya adalah ketika anggota Tim Riset Bus Listrik UI yang merupakan mahasiswa S2 dan S3 telah lulus dari kampus.
“Saya harus mencari pengganti anggota tim yang baru dan membimbing dari awal. Namun, saya bersyukur karena seluruh tantangan tersebut dapat ditangani dengan baik,” demikian Feri Yusivar. [Antara]
Berita Terkait
-
Cuma Diskors, Sanksi 15 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Bikin Netizen Geram
-
Gagal Massal di SNBT 2026: 600 Ribu Peserta Gugur, UI dan UNS Masih Tak Terkalahkan
-
Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Strategi Motul Kuasai Pasar Oli di Tengah Maraknya Belanja Online
-
6 Mobil Listrik Termurah Pertengahan 2026: Mana yang Paling Layak Dibeli? Ini Kata Pengamat
-
Terpopuler: Recall Toyota 270 Ribu Mesin, Motor Listrik Yadea Bandung-Bogor
-
Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda
-
Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall
-
Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM
-
Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap
-
Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya
-
Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor
-
Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid