Suara.com - Wuling Motors (Wuling) turut serta dalam pameran otomotif tahunan, Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2022 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition atau ICE BSD City, Tangerang, Provinsi Banten.
Pada gelaran tahun ini, perusahaan otomotif asal China tersebut mengahdirkan sejumlah program penawaran dan promo spesial selama pameran berlangsung.
"Dalam pameran GIIAS kali ini, Wuling membawa semangat "The Future is Now" dengan menampilkan Air ev, Drive For A Green Life. Kendaraan listrik pertama kami serta lini produk lainnya yang dilengkapi beragam inovasi modern," ujar Dian Asmahani selaku Brand & Marketing Director Wuling Motors di GIIAS 2022.
"Kami pun menawarkan ragam promo spesial bagi pengunjung yang tertarik untuk memiliki produk Wuling di GIIAS," tambahnya.
Di booth seluas 1.280 m persegi, Wuling menampilkan 13 unit display yang terdiri dari Wuling Air ev dalam lima pilihan warna. Yaitu Pristine White, Galaxy Blue, Avocado Green, Peach Pink, Pristine White, serta Lemon Yellow.
Di segmen SUV, Wuling menghadirkan Almaz series, meliputi Almaz RS Pro, Almaz Exclusive, dan Almaz Smart Enjoy. Sedangkan, di kelas MPV Wuling turut memamerkan New Cortez tipe EX dan CE, Cortez S, dan New Confero S.
Wuling turut menyiapkan satu unit smart MPV, New Wuling Cortez, dan satu unit Wuling Almaz RS, the First Leading Intelligent Digital Car, di test drive area B.
Wuling juga menyediakan penawaran khusus bagi setiap pengunjung yang melakukan transaksi selama periode pameran. Yaitu potongan hingga Rp 50.000.000 untuk semua lini produk, gratis biaya servis berkala sampai dengan 4 tahun per 50.000 km, bunga cicilan nol persen atau 0%, serta tenor panjang hingga tujuh tahun.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati beragam program tukar tambah dengan official partner OLX Autos dengan syarat dan ketentuan berlaku.
"Mari kunjungi booth Wuling di ajang GIIAS 2022 untuk melihat langsung Wuling Air ev dan rasakan pengalaman berkendara bersama kendaraan listrik Wuling pertama di Indonesia ini," tutup Dian Asmahani.
Berita Terkait
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Mobil Listrik dengan Suspensi Paling Empuk, Ada BYD hingga Wuling
-
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Massiv Thunder EV Resmi Meluncur untuk Pengguna BEV Indonesia
-
Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif