Suara.com - Balap single seater energi hijau 2023 Gulavit Jakarta E-Prix baru saja dipentaskan di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Pantai Carnaval Ancol.
Berpentas dua hari (3-4/6/2023) dan menandingkan Round 10 serta Round 11, balap Formula E yang menggunakan baterai energi listrik ini memberikan informasi bahkan ajakan untuk persiapan di masa depan. Saat di mana energi fosil atau minyak bumi digantikan energi terbarukan, penggunaan plastik semakin dikurangi, hingga keseruan balap bebas polusi.
Dari teknologi balap Formula E yang mampu menghadirkan keasyikan tersendiri, hadir nuansa futuristik: seperti inilah balap single seater dipentaskan di masa depan, yang sudah mulai "dicicil" dari sekarang sosialisasinya.
Fédération Internationale de l'Automobile atau FIA memberikan waktu lebih panjang untuk Attack Mode Formula E Season 9 Round 10 dan Round 11 atau double-header yang berlangsung di Jakarta.
Ketika balapan berlangsung, bisa disimak saat tunggangan jet tenaga listrik para pembalap mengadakan kontak dengan zona aktivasi yang ditandai di layar dengan warna lampu menyala di permukaan trek, mulai pink, hingga biru. Kemudian HALO depan driver menyala biru dan mereka bisa menggunakan Attack Mode untuk mengungguli lawan-lawannya.
Untuk kejuaraan 2023 Gulavit Jakarta E-Prix, Attack Mode selama empat menit menjadi delapan menit dan jet balap mendapat tambahan tenaga 350 kW penuh untuk membuka peluang menyerang kompetitor. Fase bisa dipilih dalam tiga format berbeda: 6 + 2 menit, 4 + 4 menit atau 2 + 6 menit.
Laju kencang Attack Mode para pembalap Formula E ini didukung stabilitas ban dengan daya cengkeram tinggi yang dipasok Hankook iON Race Tire.
Kemudian beralih ke bidang kesadaran lingkungan hidup, seluruh jajaran Formula E memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan meningkatkan kesadaran akan jumlah polusi lautan yang meningkat.
Lebih dari 300 relawan termasuk kru dan anggota tim ABT Cupra Formula E, Avalanche Andretti Formula E, Maserati MSG Racing, NIO 333 Racing Formula E, dan mitra lainnya bergabung dengan karyawan Formula E melakukan acara bersih-bersih sampah plastik di lingkungan pantai dan resor seputar Ancol, tempat balapan digelar.
Hasilnya, sampah plastik yang terkumpul tembus di atas 120 karung, untuk area seputar trek JIEC.
Pesan merawat lingkungan hidup juga bisa disimak dari monumen botol plastik yang disusun tidak jauh dari Media Centre Formula E Lobby Utara. Botol-botol disusun bak gelombang lautan, lantas seekor ikan tampak menelan sampah plastik sebagaimana tampak di bagian perutnya.
Para kru, pelaga, tim, sampai jurnalis yang bertugas mengenakan lanyard terbuat dari material daur ulang dengan penjelasan spesifik, barang atau sampah apakah digunakan untuk menghasilkan benda-benda fungsional ini. Demikian pula untuk peralatan makan sampai wadah, digunakan bahan non-plastik. Sedangkan tutupnya menggunakan bahan mudah terurai.
Kemudian di gedung Lobby Utara, tidak jauh dari Media Centre juga digelar pameran kendaraan listrik roda dua dan roda empat, dari berbagai brand yang beredar di Indonesia.
Dan Hankook sebagai mitra teknis serta pemasok ban balap Hankook iON Race Tire juga menggelar seremoni kecil tentang alam lestari.
Berita Terkait
-
Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026
-
Agar Produk Lokal Dilirik Dunia, Indonesia Mulai Perketat Standar Sertifikat Energi Hijau
-
Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
-
Transisi Energi Tak Cuma Proyek Jumbo, Kini Startup Energi Hijau Ikut Tancap Gas
-
Menteri Bahlil Cs Dilantik Jadi DEN, HKI Soroti Kepastian Energi Hijau
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Maxdecal Foodie Sasar UMKM Kuliner Indonesia Timur Bareng Pasutri Touring
-
5 Rekomendasi Unicycle Murah untuk Berangkat Kerja, Jarak Tempuh Mulai 20 Km
-
Honda Menyerah dan Putuskan Stop Penjualan Mobil Baru
-
5 Sepeda dan Skuter Listrik Cocok untuk Dibawa Naik KRL, Harga Ramah Gaji UMR
-
Kenapa Honda Angkat Kaki dari Korea?
-
Pemilik Kendaraan Listrik di Banten Siap - Siap Bayar Pajak Mulai Mei 2026
-
Honda Kibarkan Bendera Putih, Tren Mobil Listrik Bikin Pabrikan Sengsara
-
Bolehkan Polisi Razia di Jalan Kampung? Cek Aturan dan Syarat Sahnya di Sini!
-
BBM B50 untuk Kendaraan Apa? Ini 5 Mobil Diesel yang Kompatibel
-
Cek Perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV, Biar Nggak Nyesel Pas Turun dari Dealer