Suara.com - Honda, salah satu raksasa otomotif, tampaknya tengah mempersiapkan terobosan baru dalam dunia sepeda motor dengan merilis platform baru yang mengincar segmen petualangan dan scrambler kelas menengah.
Menurut laporan dari Visordown, platform baru yang digarap oleh Honda ini terlihat membidik arah neo-retro dengan varian scrambler dan adventure.
Mengutip dari gambar paten yang diterbitkan oleh Motorrad, platform baru ini akan menggunakan mesin satu silinder 348cc yang telah digunakan pada sepeda motor seperti Honda H’ness CB350 DLX dan Honda CB350RS, yang secara eksklusif dipasarkan di Asia.
Mesin ini mampu menghasilkan sedikit di bawah 21bhp pada spesifikasi CB350RS.
Hal ini menandakan bahwa motor petualang dari platform baru ini akan masuk ke segmen yang sama dengan Royal Enfield Himalayan, di mana saat ini terdapat kekosongan ceruk pasar yang saat ini diisi oleh Royal Enfield Himalayan 450 yang lebih canggih dan mahal.
Motor petualang Honda yang ditampilkan dalam gambar paten ini juga memiliki kemiripan visual dengan Himalayan, seperti yang dicatat oleh Motorrad, dengan bentuk dan sudut layar depan, lampu depan tunggal, dan bentuk bagian belakang sepeda.
Salah satu keluhan utama tentang Himalayan generasi sebelumnya adalah mesin 410cc-nya, karena di Eropa, tenaga 24bhp dianggap agak kurang.
Mesin "Sherpa" baru 452cc yang ditemukan pada Himalayan generasi baru telah menjadi peningkatan dalam hal ini, dengan 45bhp-nya yang hampir 100 persen lebih tinggi dari daya yang diberikan, dan membuat Himalayan baru menjadi penawaran yang lebih menarik di pasar Barat.
Dengan demikian, mungkin masuk akal untuk mengharapkan model 348cc yang Honda rencanakan hanya dipasarkan di Asia, atau setidaknya tidak di Eropa.
Baca Juga: Biasa Angkut Penumpang, Daihatsu Xenia Ini Dipaksa Tampung 5 Motor Sekaligus
Berita Terkait
-
Biasa Angkut Penumpang, Daihatsu Xenia Ini Dipaksa Tampung 5 Motor Sekaligus
-
Gaji Capai Miliaran, Koleksi Kendaraan Abdee Slank Cuma Segini
-
Bukti Honda Supra Lebih 'Tangguh' Ketimbang Motor MotoGP, Marc Marquez Jadi Saksi
-
Pelatihan Servis Sepeda Motor Kemenperin Buka Peluang
-
Ada All-New Yamaha Aerox Gratis, Ikuti Undian Ini
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
9 Cara Menghilangkan Bekas Stiker di Motor yang Membandel
-
5 Rekomendasi Oli Mesin Vespa 2 Tak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Beli Motor Bekas Tarikan Leasing Apakah Aman? Pertimbangkan Hal Berikut
-
Tetap Berjaya Meski Sudah Ada Penerusnya, Mazda 2 Berapa cc?
-
Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat
-
Si Hatchback Cakep Underrated, Berapa Harga Mazda 3 dan Pajak Tahunannya?
-
5 Motor Listrik Jarak Tempuh Tembus 100 Km: Sanggup Mudik Lintas Provinsi, Mulai Rp14 Juta
-
Update Harga Motor NMAX Bekas Februari 2026: Mulai Rp15 Jutaan, Cek Pasaran Tahun 2015-2021!
-
Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Jadi Sorotan, Ini Simulasi Hitungan Opsen PKB untuk Toyota Avanza
-
4 Alasan NMAX Old Semakin Diburu Daripada Generasi Baru, Intip Harga Bekas Februari 2026