Suara.com - Salah satu masalah yang sering dialami pengendara adalah lupa memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM). Masa berlaku SIM adalah 5 tahun sejak penerbitan, sehingga penting untuk memperhatikan jadwal perpanjangan agar tetap sah digunakan. Berikut informasi dan solusi bagi kamu yang terlambat memperpanjang SIM.
1. Telat Memperpanjang SIM
Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 Pasal 11, SIM yang masa berlakunya telah habis akan dianggap tidak berlaku lagi atau "mati".Jika terlambat memperpanjang, kamu tidak dapat memperpanjang SIM tersebut dan harus membuat SIM baru. Prosesnya sama seperti pengajuan awal, yang mencakup uji keterampilan dan prosedur lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari keterlambatan.
2. SIM Tidak Berlaku atau Mati
SIM dianggap mati jika masa berlakunya telah habis atau mengalami kerusakan yang signifikan. Selain itu, SIM juga tidak berlaku apabila:
- Hilang dan tidak ditemukan.
- Rusak hingga tidak dapat digunakan.
- Ada perubahan data pemilik.
- SIM dicabut pengadilan.
- Dalam kasus-kasus ini, pembuatan SIM baru menjadi satu-satunya solusi.
3. Pentingnya Memperpanjang SIM Tepat Waktu
Memperpanjang SIM tepat waktu adalah kewajiban bagi setiap pengendara. SIM berfungsi sebagai bukti sah bahwa seseorang layak mengemudi. Tanpa SIM, kamu berisiko ditilang oleh pihak berwajib. Untuk menghindari kerepotan, lakukan perpanjangan setidaknya 14 hari sebelum masa berlaku habis. Saat ini, proses perpanjangan semakin mudah dengan adanya:
- Gerai perpanjangan SIM di berbagai lokasi.
- Layanan SIM keliling yang memudahkan akses bagi pengendara di luar kantor SATPAS.
4. Syarat Perpanjangan SIM
Untuk memperpanjang masa berlaku SIM, siapkan dokumen berikut:
- KTP asli dan fotokopi sebanyak 2 lembar.
- SIM asli dan fotokopi sebanyak 2 lembar.
- Surat Keterangan Kesehatan dari dokter atau puskesmas (bisa dibuat di lokasi perpanjangan).
- Surat Lulus Uji Keterampilan Simulator.
- Formulir pengajuan perpanjangan SIM.
Kesimpulan
Baca Juga: Bank Mandiri Wujudkan Komitmen SDGs dengan Solusi Digital dan Program Bantuan di Sektor Kesehatan
SIM adalah dokumen wajib bagi setiap pengendara. Oleh karena itu, jangan sampai lupa memperpanjang masa berlakunya. Dengan melakukan perpanjangan tepat waktu, kamu bisa menghindari proses pembuatan ulang yang lebih rumit dan tetap mematuhi aturan berkendara. Manfaatkan layanan gerai atau SIM keliling untuk kemudahan proses perpanjangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif