Suara.com - Produsen kendaraan niaga Hino mengeluhkan masuknya truk-truk China ke Indonesia yang diduga tidak mengantongi sertifikat uji tipe dan beroperasi tanpa memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK dan BPKB atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor.
Keluhan ini disampaikan Direktur Produksi PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Kristijanto Saputra, dalam pertemuan dengan Dedi Mulyadi, yang akan segera dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat.
Dalam pertemuan itu Kristijanto mengatakan truk-truk dari China itu masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan lain sekitar Morowali, salah satu wilayah pusat industri tambang dan pengolahan nikel di Sulawesi Tengah.
Kristijanto menerangkan truk-truk buatan Indonesia, termasuk dari Hino, kesulitan bersaing dengan truk-truk China tersebut dijual dengan harga murah sebab diimpor secara utuh atau CBU dari Tiongkok.
Truk-truk China itu, lanjut Kristijanto, beroperasi tanpa memiliki STNK dan BPKB, serta tak mengantongi sertifikat uji tipe dari Kementerian Perhubungan.
"Ini fakta, karena tim kami turun ke lapangan," tegas Kristijanto dalam video yang diunggah di akun Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (16/1/2025).
Kini Kristijanto berharap pemerintah memberikan perlindungan pada pabrikan yang telah memproduksi kendaraan niaga di dalam negeri dari praktik curang seperti itu.
"Perdagangan bebas adalah keniscayaan, kami tidak bisa menolak. Tetapi kami mengharapkan perlakuan yang sama. Berapa banyak ketentuan yang dibebankan kepada pabrikan kami, harusnya (ketentuan yang sama) juga diberikan kepada importir dari Tiongkok," harap dia.
"Kalau yang produksi di dalam negeri sesuai standar, yang dari luar negeri pun harus diperlakukan sama," lanjut Kritijanto.
Baca Juga: Hino Meluncurkan Light Duty Truck 6x2 Pertama untuk Pasar Indonesia di GIIAS 2024
Ia mengingatkan bahwa truk-truk Hino yang diproduksi di Indonesia sudah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN di atas 40 persen. HMMI sendiri kini mempekerjakan 1800 karyawan dan ekosistem bisnisnya melibatkan 150.000 pekerja.
"Mohon investor lama seperti kami tetap mendapat perlindungan. Karena yang kerja orang Indonesia, kalau membeli produk impor CBU dari China, semua pekerjanya dari Tiongkok," lanjut dia, yang diamini oleh Dedy Mulyadi.
Dedi sendiri berharap pemerintah, dalam hal ini Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan untuk memberikan tanggapan yang serius, apa lagi mengingat Hino dan mayoritas fasilitas produksi otomotif Indonesia berlokasi di Jawa Barat.
"Industri ini ada di Jawa Barat. Kita ingin industri ini tidak mengalami problem karena produknya bersaing di pasar yang tidak kompetitif. Yang harusnya jadi anak emas adalah industri di dalam negeri, bukan sebaliknya," tegas Dedi.
Lebih lanjut politikus Gerindra itu mengatakan akan segera bersurat kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian untuk membahas masalah ini.
Berita Terkait
-
Mitsubishi Fuso Masih Pertimbangkan Rakit Truk Listrik eCanter di Indonesia
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan dengan Konsumen melalui Fuso Campaign dan Pelatihan Pengemudi dan Mekanik
-
Cara Hino Cetak Supir Truk Profesional Tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya
-
Hino Bawa Truk FM 280 JD Retarder Tingkatkan Keselamatan dan Efisiensi di Pertambangan
-
Hino Meluncurkan Light Duty Truck 6x2 Pertama untuk Pasar Indonesia di GIIAS 2024
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
7 Pilihan Mobil Listrik 3 Baris Terbaik untuk Keluarga, Kabin Lega dan Nyaman
-
Ambisi Chery Menggeser Dominasi Global Lewat Kolaborasi Teknologi Bukan Sekadar 'Perang Harga'
-
5 Sepeda Listrik Rp3 Jutaan: Performa Tangguh Serasa Naik Motor
-
Benarkah Beli Mobil Mewah Tahun Tua Cuma Bikin Susah? Simak Deretan Faktanya
-
5 Motor Listrik Bekas Jarak Tempuh Jauh, Torsi Besar Cocok untuk Tanjakan
-
Daftar Mobil Listrik Paling Diminati di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru di Indonesia
-
Astra Honda Dream Cup 2026 Kembali Cari Bibit Pebalap Muda Berbakat Indonesia
-
5 Motor Listrik dengan Spek Lebih Oke dari Motor Listrik MBG, Harga Lebih Murah Cuma Seperlimanya
-
5 Rekomendasi Ban untuk Motor Listrik dengan Harga Terjangkau
-
Hyundai Nekat Tantang Dominasi Mobil Listrik China Lewat Lini IONIQ Terbaru