Suara.com - Pasar otomotif memang penuh kejutan. Di satu negara, sebuah model bisa laris manis, sementara di negara lain justru sepi peminat. Itulah yang dialami BYD Shark 6, mobil pikap plug-in hybrid (PHEV) yang baru saja dibatalkan peluncurannya di Thailand karena minimnya permintaan.
Padahal, debutnya di ajang Bangkok International Motor Show 2025 sempat mencuri perhatian. BYD Auto (Thailand) bahkan sudah membuka pemesanan dengan harga mulai sekitar 857 juta rupiah, dan menargetkan perakitan lokal pada 2026.
Namun, dari target batch awal 500 unit, hanya 153 yang dipesan. Angka ini cukup untuk membuat BYD memutuskan menghentikan rencana penjualannya di Negeri Gajah Putih, menurut laporan Autobuzz.
Kontras dengan Pasar Australia
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Australia. Di sana, BYD Shark 6 disambut begitu antusias hingga situs pemesanan sempat tumbang karena lonjakan pengunjung.
Dengan harga mulai AUD 57.900 (sekitar 618,5 juta rupiah), model ini dinilai kompetitif dibanding rivalnya, apalagi menawarkan tenaga dan fitur lebih lengkap.
Yang membuat situasi di Thailand makin menarik adalah fakta bahwa pikap biasanya sangat populer di negara tersebut. Namun, entah karena faktor harga, citra merek, atau preferensi pasar, Shark 6 gagal menarik minat konsumen lokal.
Spesifikasi Singkat BYD Shark 6
Secara teknis, Shark 6 punya modal yang tidak main-main. Sistem PHEV-nya menggabungkan mesin bensin turbo 1.5 liter dengan dua motor listrik, menghasilkan total tenaga 436 hp. Akselerasi 0–100 km/jam hanya 5,7 detik—angka yang setara atau bahkan melampaui beberapa pikap bermesin besar.
Baca Juga: BYD Luncurkan Denza D9 Baru: Jarak Tempuh Lebih Jauh, Harga Makin Murah
Baterai LFP 29,58 kWh yang dibawanya memberi jarak tempuh murni listrik hingga 100 km (NEDC). Pengisian cepat DC 40 kW memungkinkan isi daya dari 30% ke 80% hanya dalam 20 menit. Dalam mode hybrid, konsumsi bahan bakarnya diklaim 7,5 liter/100 km, dengan jarak tempuh gabungan mencapai 840 km. BYD bahkan menyebut performanya setara mesin V6 twin-turbo diesel, kemungkinan merujuk pada Ford Ranger Raptor.
Dampak ke Pasar Lain
Pembatalan di Thailand memunculkan tanda tanya soal rencana BYD membawa Shark 6 ke Malaysia, yang sebelumnya sempat diisyaratkan. Jika jadi masuk, model ini bisa menjadi pikap PHEV pertama yang dijual resmi di sana. Namun, hasil di Thailand tentu menjadi pertimbangan serius, mengingat karakter pasar ASEAN yang punya kemiripan selera.
Pelajaran dari Kasus Shark 6
Kisah BYD Shark 6 di Thailand menunjukkan bahwa spesifikasi mumpuni dan teknologi canggih belum tentu menjamin kesuksesan penjualan. Faktor harga, persepsi merek, dan kesiapan pasar terhadap teknologi baru seperti PHEV di segmen pikap sangat memengaruhi keputusan konsumen.
Bagi BYD, kegagalan ini mungkin hanya langkah mundur sementara. Pasar lain seperti Australia membuktikan bahwa Shark 6 punya potensi besar jika diposisikan dengan tepat. Namun, untuk kawasan seperti Asia Tenggara, strategi pemasaran dan penentuan harga tampaknya perlu disesuaikan agar tidak bernasib sama seperti di Thailand.
Berita Terkait
-
BYD Luncurkan Denza D9 Baru: Jarak Tempuh Lebih Jauh, Harga Makin Murah
-
Apa Saja Keunggulan dan Kelemahan BYD Atto 1? Cek Dulu sebelum Membeli
-
Mobil Mungil Irit dari Korea: Harga Lebih Hemat dari BYD Atto 1, Cocok untuk Harian dan Nongkrong
-
BYD Ekspor Mobil Listrik dari Thailand, Hindari Tarif Tinggi Uni Eropa
-
Inikah Mobil Hyundai yang Lebih Murah dari BYD Atto 1? Harga Tak Sampai Rp120 Juta
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Ekonomi Suram, Pesaing Utama Toyota PHK 50 Ribu Buruh
-
Rekomendasi Mobil Listrik untuk Mudik Lebaran 2026, Punya Jarak Tempuh Jauh
-
Berapa Jam Motor Matic Harus Istirahat saat Mudik? Ini 5 Tips Aman Berkendara
-
Daihatsu Gran Max Jadi Andalan Siswa SMK Kembangkan Bisnis Ternak di Sumba Timur
-
5 Motor Kuat dan Nyaman untuk Boncengan Mudik Lebaran, Perjalanan Jauh Tetap Aman!
-
Teknologi Rangka Baja JETOUR T2 Tahan Beban Hingga 360 Kilogram
-
Daftar Komponen Mobil yang Wajib Dicek sebelum Dibawa Mudik, Apa Saja?
-
ALVA Ajak Pengguna Motor Listrik "Tenang Menuju Kemenangan" Saat Mudik Lebaran
-
Harga Motor Polytron: Tenaga Listrik Jadi Solusi Irit Uang Bulanan, Tak Risau dengan Harga Bensin
-
5 Motor Matic Awet Sekelas Vario 125, Cocok Dipakai Harian