Suara.com - Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat merenggut ratusan nyawa.
Kerugian yang muncul akibat bencana ini juga tidak main-main. Banyak korban yang kehilangan sanak saudara, rumah, hingga berbagai barang berharga sejak bencana melanda.
Ada juga yang harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kendaraan mereka mati sebab terendam banjir, termasuk mobil.
Apabila mobil mati atau mogok akibat terendam banjir, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan seperti berikut agar kerusakan tak semakin parah.
1. Jangan Buru-Buru Menghidupkan Mesin
Langkah pertama dan paling penting dilakukan adalah tidak mencoba menyalakan mesin dalam kondisi apa pun.
Banyak pemilik mobil mengira bahwa menyalakan mesin dapat menghilangkan air yang masuk, padahal justru sebaliknya.
Menyalakan mesin saat ada air di ruang pembakaran dapat memicu water hammer, yaitu kondisi ketika piston menghantam air dan menyebabkan komponen internal mesin bengkok atau pecah.
Kerusakan ini bisa membuat biaya perbaikan membengkak hingga puluhan juta rupiah. Biarkan mobil tetap padam, meskipun terlihat aman atau banjir mulai surut.
Diamkan kendaraan dan pastikan tidak ada upaya menghidupkan mesin sampai mobil diperiksa oleh tenaga profesional.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik yang Aman Terobos Banjir, Bisa Terjang Genangan Air Tinggi
2. Putuskan Arus Listrik dan Amankan Aki
Setelah memastikan mesin tidak ditekan tombol starter, segera matikan semua sumber listrik di mobil dengan melepaskan kabel aki. Air merupakan penghantar listrik yang baik dan dapat menyebabkan korsleting atau kerusakan pada sistem kelistrikan.
Melepas aki membantu mencegah kerusakan lebih luas, terutama pada komponen sensitif seperti ECU atau Electronic Control Unit, sensor-sensor, hingga sistem audio.
Selain itu, tindakan ini juga mengurangi risiko kebakaran yang mungkin muncul akibat hubungan arus pendek. Setelah aki dilepas, simpan di tempat kering dan aman.
Jangan pula mencoba mengeringkan komponen kelistrikan dengan hair dryer atau alat pemanas tanpa pengetahuan teknis, karena panas berlebih bisa merusak komponen elektronik.
3. Segera Pindahkan Mobil ke Tempat Lebih Tinggi
Jika kondisi memungkinkan, dorong mobil ke lokasi yang lebih tinggi dan tidak tergenang air. Langkah ini perlu dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah akibat air yang terus merendam komponen bawah kendaraan.
Namun perlu diingat, mobil harus didorong secara manual, bukan ditarik atau diderek dengan roda berputar jika air sudah masuk ke mesin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara
-
Kebijakan Pemerintah Ini Bikin Bisnis Akar Rumput Untung, BBRI Ikutan Cuan
-
Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
4 Browcara Lokal Tahan Keringat untuk Alis Rapi Seharian di Cuaca Panas
-
Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026
-
Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN