Otomotif / Mobil
Sabtu, 27 Desember 2025 | 08:37 WIB
Ilustrasi mobil listrik di Tanah Air (Suara x Gemini)
Baca 10 detik
  • Menkeu belum terima usulan perpanjangan diskon pajak 2026.
  • Insentif mobil listrik impor (CBU) dipastikan setop tahun depan.
  • Momen kritis beli mobil listrik harga miring sisa 4 hari lagi.

Suara.com - Kabar penting bagi Anda yang masih menunda pembelian mobil listrik hingga tahun depan karena nasib "diskon" dari negara kini berada di ujung tanduk.

Kabar kurang sedap berhembus dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mengisyaratkan ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif fiskal untuk kendaraan listrik di tahun 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum ada kepastian hitam di atas putih mengenai perpanjangan insentif kendaraan listrik untuk tahun 2026.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bagi konsumen untuk segera mengambil keputusan sebelum pergantian tahun yang tinggal menghitung hari.

Agar Anda tidak bingung dan bisa berhitung untung rugi, berikut adalah deretan fakta kondisi terkini insentif otomotif nasional:

1. Kemenkeu Belum Terima "Lampu Hijau" Usulan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan belum menerima dokumen usulan resmi dari Kemenperin terkait perpanjangan insentif.

"Saya belum terima, saya akan lihat dulu seperti apa," ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jumat (26/12/2025).

Pernyataan ini menjadi sinyal kuning bagi konsumen, karena tanpa persetujuan Kemenkeu, anggaran subsidi tidak bisa dicairkan.

Baca Juga: Stimulus Transportasi Nataru Meledak: Serapan Anggaran Kereta Api Tembus 83% dalam Sepekan!

2. Evaluasi Dampak Ekonomi Masih Berjalan

Pemerintah tidak ingin gegabah menggelontorkan uang negara tanpa hasil yang nyata pada sektor riil.

Kemenkeu akan mengevaluasi seberapa 'ngefek' insentif di beberapa sektor khususnya di dunia otomotif.

3. Ekonomi Membaik, Alasan Subsidi Dicabut?

Apakah alasan ekonomi membaik jadi alasan subsidi dicabut?

Menkeu Purbaya meyakini ekonomi Indonesia kini mulai "nyundul" ke arah positif, sehingga daya beli masyarakat diprediksi pulih secara alami tanpa perlu "obat kuat" berupa subsidi.

"Jadi bukan karena insentif, tapi karena daya beli membaik," tegas Bendahara Negara tersebut.

4. Kiamat Diskon Mobil CBU (Impor Utuh)

Peringatan keras sudah dilayangkan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, sejak Agustus lalu.

Insentif untuk mobil listrik yang diimpor secara utuh (CBU) dipastikan berhenti per 1 Januari 2026.

Artinya, mobil-mobil listrik merek baru yang belum dirakit lokal (CKD) akan kehilangan privilege bebas bea masuk dan PPnBM, membuat harganya otomatis melambung tinggi.

5. Sinyal Tegas Menko Airlangga

Senada dengan Menkeu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai industri otomotif sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri.

"Insentif tahun depan tidak ada, karena industrinya sudah cukup kuat," ujarnya, meski ia menambahkan klausul bahwa hal ini masih dalam tahap pengkajian final.

Load More