- Riset Geotab menunjukkan kecepatan berkendara adalah faktor terbesar penguras baterai mobil listrik, bukan penggunaan pendingin kabin (AC).
- Simulasi menunjukkan peningkatan kecepatan dari 80 km/jam menjadi 128 km/jam menurunkan jarak tempuh van listrik hingga 39 persen.
- Perjalanan dalam kota lebih hemat energi karena hambatan udara minim dan regeneratif pengereman memaksimalkan penghematan daya baterai.
Suara.com - Banyak orang mengira bahwa menyalakan AC mobil listrik saat musim panas adalah penyebab utama baterai cepat habis.
Namun, riset terbaru dari Geotab, perusahaan global di bidang solusi kendaraan terhubung, justru menunjukkan hal berbeda. Faktor paling besar menguras baterai mobil listrik bukanlah pendingin kabin, melainkan kecepatan berkendara.
Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari tiga juta perjalanan EV, Geotab menemukan bahwa konsumsi energi dari AC relatif kecil dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk melawan hambatan udara saat mobil melaju cepat.
Di kecepatan rendah, memang terlihat dampak AC pada baterai mobil listrik karena hambatan udara minim.
Tapi begitu mobil melaju di jalan raya, efek AC nyaris tak berarti dibandingkan energi yang terkuras akibat kecepatan tinggi.
Kecepatan Jadi Biang Kerok
Contoh paling jelas terlihat pada simulasi mobil van listrik dengan baterai 65 kWh.
- Pada kecepatan 80 km/jam dengan suhu luar 30°C dan AC menyala, jarak tempuhnya sekitar 230 km.
- Naik ke 96 km/jam, jarak turun jadi 195 km.
- Di 112 km/jam, jarak tinggal 166 km.
- Saat dipacu 128 km/jam, jarak tempuh anjlok ke 142 km.
Artinya, ada penurunan sekitar 39 persen hanya karena peningkatan kecepatan dari 80 km/jam ke 128 km/jam.
Sedan listrik menunjukkan pola serupa meski aerodinamikanya lebih baik.
Baca Juga: Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru di Indonesia Januari 2026, BYD, Chery, Geely, Wuling dan Hyundai
- Pada 80 km/jam dengan suhu 30°C, jarak tempuh bisa 446 km.
- Di 96 km/jam, turun jadi 404 km.
- Pada 112 km/jam, jarak tinggal 364 km.
- Saat melaju 128 km/jam, jarak hanya 322 km.
Penurunan ini mencapai 28 persen dari kecepatan paling efisien.
Kondisi Kota vs Jalan Tol
Menariknya, di dalam kota mobil listrik justru lebih hemat energi. Alasannya, kecepatan rendah membuat hambatan udara kecil, sementara sistem regenerative braking bekerja maksimal saat sering berhenti dan melaju.
Itulah sebabnya banyak pengguna EV bisa berkendara berhari-hari di kota tanpa perlu sering mengisi daya.
Sebaliknya, di jalan tol atau perjalanan jauh, energi terkuras lebih cepat. Bukan karena AC, melainkan karena kecepatan tinggi yang membuat mobil harus melawan hambatan udara lebih besar.
Menurut Autoevolution, Riset Geotab menegaskan bahwa kecepatan adalah faktor utama yang menguras baterai mobil listrik, bukan penggunaan AC di musim panas.
Semakin cepat mobil melaju, semakin besar energi yang dibutuhkan, dan semakin pendek jarak tempuhnya.
Bagi pengguna EV, kuncinya sederhana: jika ingin baterai lebih awet saat perjalanan jauh, jaga kecepatan tetap moderat.
AC boleh dinyalakan untuk kenyamanan, karena dampaknya jauh lebih kecil dibandingkan efek dari pedal gas yang terlalu dalam.
Berita Terkait
-
Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru di Indonesia Januari 2026, BYD, Chery, Geely, Wuling dan Hyundai
-
BYD Segarkan Sealion 06, Performa 2 Kali Lebih Kencang dari Pajero
-
BYD Klaim Teknologi Mobil Listrik Mereka Kerap Ditiru Kompetitor
-
Xiaomi Siapkan SUV EREV Anyar pada 2026, Jarak Tempuh Lebih Jauh
-
5 Mobil Listrik dengan Pajak Murah di 2026: Hemat Biaya Tahunan, Gak Bikin Tekor!
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Adu Kreatif Honda Modif Contest 2026 Sambangi Sembilan Kota Besar di Indonesia
-
Changan Indonesia Akui Kendala Suplai dan Harga Hambat Laju Penjualan Changan Lumin
-
Mobil Listrik Mirip Honda Prelude Ini Harganya Selisih Jauh, Kok Bisa?
-
6 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater Murah Terbaik untuk Pemula
-
Solusi Murah Motor Sport 250cc: 5 Pilihan Bekas Lebih Terjangkau dari Scoopy Baru
-
Strategi Changan Dongkrak Penjualan di Indonesia Sebagai Pendatang Baru
-
Krisis Kapal Pengangkut Paksa Produsen Mobil China Gunakan Strategi Darurat demi Ekspor Global
-
Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang
-
5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar
-
Intip Pesona Motor Listrik Mungil dari Yamaha: Cocok Gantikan BeAT, Jarak Tempuh 83 Km