-
Honda Super One rilis di Singapura dengan harga fantastis Rp2,3 Miliar.
-
Harga mahal dipicu biaya COE atau izin kepemilikan kendaraan di Singapura.
-
Mobil listrik ini miliki fitur suara unik yang meniru mesin 7-percepatan.
Suara.com - Mobil listrik berukuran mungil biasanya identik dengan harga terjangkau dan efisiensi. Namun, persepsi itu seketika runtuh saat melihat harga Honda Super One yang baru saja meluncur di Singapore Motor Show 2026.
Bayangkan saja, mobil kompak yang ukurannya cocok untuk nyelip di kemacetan ini dibanderol 178.999 Singapura Dolar atau setara Rp2,3 miliar.
Dengan uang sebanyak itu, di Indonesia Anda bisa mendapatkan dua unit Toyota Alphard bekas tahun muda, atau satu unit rumah mewah di pinggiran Jakarta.
Lantas, apa yang membuat mobil ini begitu istimewa hingga harganya selangit? Apakah mesinnya dilapisi emas, atau ada faktor lain?
Bagi Anda pecinta otomotif yang penasaran, atau sekadar ingin tahu kenapa mobil "kecil" bisa semahal itu, simak bedah detail Honda Super One berikut ini.
1. Biang Kerok Harga: "Kertas Sakti" Bernama COE
Jangan kaget dulu dengan nilai intrinsik mobilnya. Tingginya harga Honda Super One di Singapura bukan karena Honda menjualnya terlalu mahal, melainkan karena regulasi negara tersebut.
Penyumbang terbesar harga Rp2,3 miliar tersebut adalah Certificate of Entitlement (COE). Ini adalah sertifikat "hak kepemilikan" kendaraan yang wajib dibeli di Singapura untuk menekan populasi mobil.
Biaya COE: Sekitar 90.000 Dolar Singapura (sekitar Rp 1,1 miliar).
Baca Juga: Panduan Beli Motor Honda Tanpa Keluar Teras Lewat MotorkuX: Harga OTR Jelas, Bebas Cemas
Artinya: Hampir setengah harga yang dibayarkan konsumen hanyalah untuk selembar kertas izin, bukan untuk fisik mobilnya. Jika masuk Indonesia tanpa skema COE, tentu harganya akan jauh lebih kompetitif.
2. Performa "Kecil tapi Galak"
Meski bentuknya imut, Honda Super One tidak bisa diremehkan. Mobil ini dirancang sebagai EV (Electric Vehicle) perkotaan yang gesit dan menyenangkan dikendarai.
Tenaga: Motor listriknya menyemburkan tenaga 95 PS dengan torsi 162 Nm. Sangat lebih dari cukup untuk stop-and-go di kemacetan kota.
Pengisian Daya: Mendukung Fast Charging DC. Mengisi daya 20% ke 80% hanya butuh waktu sekitar 30 menit. Cocok untuk gaya hidup sibuk yang serba cepat.
3. Fitur Unik: Sensasi "Gigi Palsu"
Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian dan jarang ada di mobil listrik lain adalah Boost Mode dengan Active Sound Control.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati Maret 2026 di Tengah Penurunan Penjualan Mobil Baru
-
Siap Ganti Mobil? Simak Pricelist Terbaru Toyota April 2026 dari MPV, SUV, hingga EV
-
Alternatif Nmax dan PCX, Intip Daftar Harga Motor Listrik Alva, Mulai Berapa?
-
Mobil Listrik Jaecoo Buatan Negara Mana? Cek 4 Tipe Terlaris, Harga Mulai Rp200 Jutaan
-
Pasar Otomotif Nasional Lesu Angka Penjualan Mobil Maret 2026 Kembali Terjun Bebas
-
Daripada Beli Emmo untuk MBG, Spesifikasi Royal Enfield Listrik Ini Jauh Lebih Menggoda
-
Suara Audio Mobil Kurang Nendang? Ini 5 Pilihan Speaker Terbaik yang Bikin Kabin Berasa Konser!
-
Ingin Punya Honda Brio atau HR-V? Cek Update Harga Terbarunya Bulan April 2026
-
Berapa Biaya Bulanan Motor Adora? Simulasi Lengkap Isi Daya Listrik dan Cicilan
-
Negara Ini Beri Subsidi Jutaan Rupiah Untuk Motor Listrik Saat Indonesia Justru Hentikan Insentif