Otomotif / Mobil
Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:31 WIB
Logo BYD (Suara x Gemini)
Baca 10 detik
  • Perusahaan otomotif Tiongkok, BYD, resmi mengumumkan rencana pengembangan robot humanoid untuk memperluas bisnis di luar sektor kendaraan listrik.
  • BYD memanfaatkan keahlian manufaktur, teknologi AI, serta rantai pasok otomotif untuk membangun sistem robotik yang kompetitif secara global.
  • Pengembangan robot humanoid tersebut dikonfirmasi pada kuartal kedua 2026 dengan rencana distribusi melalui jaringan dealer mobil yang luas.

Suara.com - BYD, raksasa otomotif asal Tiongkok yang dikenal lewat penjualan mobil listrik, kini resmi mengumumkan sedang mengembangkan robot humanoid. Pernyataan ini menjadi langkah paling jelas perusahaan untuk memperluas bisnis di luar sektor otomotif.

Pengumuman disampaikan oleh Li Ke, Wakil Presiden Eksekutif BYD. Ia menegaskan bahwa faktor kunci dalam persaingan robot humanoid ada pada kemampuan manufaktur, software, dan hardware. BYD sendiri punya modal besar dari pengalaman membangun mobil listrik dan sistem AI otomotif.

Konfirmasi resmi muncul pada kuartal kedua 2026, setelah sebelumnya hanya berupa spekulasi. Meski begitu, BYD belum memberikan detail soal jadwal komersialisasi, spesifikasi teknis, maupun target produksi.

BYD berencana memanfaatkan jaringan dealer mobil yang sudah tersebar luas di Tiongkok untuk mendistribusikan robot humanoid jika produk ini benar-benar masuk pasar konsumen.

Dengan basis manufaktur besar dan rantai pasok global, BYD punya keunggulan untuk memperluas distribusi ke luar negeri.

Ada kesamaan teknologi antara mobil listrik dan robot humanoid: sensor, aktuator listrik, baterai, platform komputasi, hingga model AI. BYD melihat peluang besar untuk memanfaatkan keahlian di bidang otomotif dan AI ke sektor robotik.

Robot humanoid. (Gemini AI/Nano Banana)

Selain itu, tren di Tiongkok menunjukkan banyak produsen mobil mulai merambah ke teknologi robot sebagai diversifikasi bisnis.

Car News China mencatatkan bahwa BYD berencana membuat platform terbuka, tidak hanya mengembangkan produk internal tetapi juga bekerja sama dengan perusahaan robotik lain. Strategi ini mirip dengan pendekatan mereka di sektor otomotif, di mana BYD mengembangkan teknologi inti sendiri namun tetap menjaga jaringan pemasok dan mitra yang luas.

BYD bukan satu-satunya pemain. Chery sudah lebih dulu menjual robot humanoid dengan baterai 0,7 kWh seharga Rp745 juta (USD 41.400).

Baca Juga: Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Sementara Xpeng mengaitkan strategi AI dengan rencana robotik, termasuk pengembangan robotaxi level 4. Kehadiran BYD menambah daftar panjang produsen mobil Tiongkok yang serius masuk ke dunia robot humanoid.

Jika benar terealisasi, robot humanoid BYD bisa menjadi produk rumah tangga masa depan. Konsumen berpotensi mendapat akses ke teknologi canggih dengan harga lebih kompetitif berkat skala produksi besar BYD.

Load More