Otomotif / Motor
Senin, 02 Februari 2026 | 14:39 WIB
Ilustrasi cara klaim asuransi Jasa Raharja. (freepik)
  • Segera laporkan kejadian kecelakaan ke Polres atau Unit Laka Lantas setempat untuk memperoleh surat keterangan kecelakaan beserta sketsa TKP
  • Siapkan seluruh dokumen pendukung sesuai kondisi korban
  • Datang ke kantor Jasa Raharja terdekat atau ajukan klaim secara online melalui website resmi Jasa Raharja
  • Isi formulir pengajuan santunan yang disediakan petugas
  • Serahkan formulir dan dokumen untuk proses verifikasi
  • Tunggu proses pencairan santunan

Pengajuan juga bisa dilakukan secara online melalui jasaraharja.co.id dengan mengunggah dokumen hasil scan. Setelah itu, petugas akan menghubungi pemohon untuk konfirmasi lanjutan.

Syarat Dokumen untuk Klaim Asuransi

Dokumen dasar yang wajib disiapkan meliputi:

  • Surat keterangan kecelakaan dari kepolisian atau instansi berwenang
  • Surat keterangan luka, sehat, atau meninggal dunia dari rumah sakit
  • Identitas korban dan/atau ahli waris (KTP, KK, surat nikah bila ada)

Tambahan dokumen sesuai kondisi korban:

Korban luka-luka:

  • Laporan polisi dan sketsa TKP
  • Kuitansi asli biaya perawatan dan obat
  • Surat rujukan jika pindah rumah sakit
  • Surat kuasa jika pencairan diwakilkan

Korban cacat tetap:

  • Surat keterangan cacat tetap dari dokter
  • Foto kondisi korban
  • Fotokopi KTP

Korban meninggal dunia:

  • Surat kematian
  • KTP korban dan ahli waris
  • Kartu Keluarga
  • Surat nikah atau akta kelahiran sesuai status korban

Santunan akan diberikan kepada ahli waris dengan urutan: pasangan sah, anak-anak, lalu orang tua.

Besaran Santunan Jasa Raharja

Baca Juga: Sempat Picu Korban Jiwa, Polisi Catat 1.000 Titik Jalan Rusak di Jakarta Mulai Diperbaiki

Besaran santunan Jasa Raharja mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan dan hingga kini masih menjadi pedoman utama. Nilai maksimal yang bisa diterima adalah:

  • Meninggal dunia: hingga Rp50.000.000
  • Cacat tetap (maksimal): hingga Rp50.000.000, dihitung berdasarkan persentase tingkat cacat
  • Biaya perawatan korban luka: maksimal Rp20.000.000 untuk kecelakaan darat dan laut, serta Rp25.000.000 untuk udara
  • Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris): Rp4.000.000
  • Biaya P3K: maksimal Rp1.000.000
  • Biaya ambulans: maksimal Rp500.000

Untuk korban luka-luka, biaya perawatan biasanya langsung dibayarkan ke rumah sakit tempat korban dirawat, bukan diberikan tunai kepada korban.

Jika dokumen sudah lengkap, pencairan santunan bisa berlangsung cukup cepat, bahkan dalam waktu kurang dari 24 jam pada kondisi tertentu. Namun secara aturan, batas maksimal proses pencairan adalah 30 hari kerja.

Perlu diperhatikan juga batas waktu klaim:

  • Pengajuan harus dilakukan maksimal 6 bulan sejak kecelakaan terjadi
  • Santunan yang sudah disetujui wajib diambil dalam waktu 3 bulan

Jika melewati tenggat tersebut, hak santunan bisa dinyatakan gugur.

Demikianlah informasi lengkap terkait cara klaim asuransi Jasa Raharja untuk korban kecelakaan lalu lintas. Semoga bermanfaat.

Load More