Suara.com - Kredit mobil terkadang menjadi opsi menggiurkan bagi mereka yang mau naik roda empat sebagai transportasi utama sehari-hari tapi tak sanggup membayar kontan atau lunas seketika.
Adapun dengan opsi mengambil kredit mobil, pemilik bisa mencicil mobil mereka dengan cicilan sesuai kemampuan.
Meskipun tampak menggiurkan, kredit mobil tak bisa diambil oleh sembarang orang.
Niat baik yang awalnya memilih kredit mobil sebagai jalan lebih mudah membawa pulang tunggangan roda empat bisa berbuah utang melilit jika diambil oleh sembarang orang.
Lantas tiba ke pertanyaan, apakah bijak mengambil kredit mobil dengan gaji 6 juta perbulan?
Simulasi Kredit jika Punya Gaji Rp6 Juta
Secara objektif, cicilan kendaraan idealnya tidak boleh melebihi 30% dari total pendapatan agar napas finansial tetap lega, yang berarti alokasi maksimal berada di angka Rp1,8 juta.
Perlu diingat bahwa memiliki mobil bukan sekadar membayar cicilan ke pihak pembiayaan.
Ada biaya-biaya "tersembunyi" seperti bensin, asuransi, servis rutin, pajak tahunan, hingga biaya parkir dan tol yang bisa menyedot dana tambahan antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta setiap bulannya.
Jika sebagian besar dari gaji tersebut sudah teralokasi untuk biaya sewa tempat tinggal, makan, dan cicilan lainnya, maka mengambil kredit mobil berisiko tinggi menciptakan situasi "gali lubang tutup lubang".
Baca Juga: Mau Terjang Banjir pas Naik Mobil? Jangan Nekat kalau Ketinggian Air Lebih dari Segini
Sangat disarankan untuk menyiapkan uang muka (DP) sebesar mungkin, minimal 30% hingga 40%, guna menekan angka cicilan bulanan agar tidak mencekik arus kas harian.
Simulasi Cicilan Bulanan
Mari asumsikan pengambilan unit mobil baru di kelas entry-level (LCGC) dengan harga sekitar Rp160.000.000. Berikut adalah gambaran simulasinya.
- Harga Kendaraan: Rp160.000.000
- Uang Muka (DP 30%): Rp48.000.000
- Pokok Hutang: Rp112.000.000
- Tenor (Jangka Waktu): 5 Tahun (60 Bulan)
- Estimasi Bunga (5% per tahun): Rp28.000.000
- Total Hutang + Bunga: Rp140.000.000
- Cicilan Per Bulan: Rp2.333.333
Melihat angka di atas, cicilan tersebut sudah memakan sekitar 38% dari gaji.
Angka ini berada sedikit di atas batas aman, sehingga diperlukan kedisiplinan tinggi dalam mengatur sisa dana sebesar Rp3,6 jutaan untuk kebutuhan hidup lainnya.
Daihatsu Ayla dan Toyota Agya Jadi Opsi Paling Aman
Pilihan paling bijak dan rasional untuk kategori ini adalah Daihatsu Ayla atau Toyota Agya (Varian 1.0L atau 1.2L E).
Mobil ini sangat cocok karena memiliki konsumsi bahan bakar yang sangat irit, biaya perawatan (servis) yang terjangkau, serta ketersediaan suku cadang yang melimpah di seluruh pelosok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit