Otomotif / Mobil
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi - Mobil hybrid bekas. [Gemini AI]

Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi apakah baterai hybrid perlu diganti setelah 5 tahun dan berapa biayanya.

Pertama adalah pola penggunaan kendaraan. Mobil yang sering digunakan dalam kondisi macet dengan sistem hybrid aktif justru cenderung lebih “ramah” terhadap baterai karena sistemnya bekerja sesuai desain.

Faktor kedua adalah perawatan rutin. Servis berkala di bengkel resmi membantu memantau kondisi baterai dan sistem kelistrikan, sehingga potensi kerusakan bisa dideteksi lebih awal. Ketiga, kondisi lingkungan seperti suhu ekstrem dan kelembapan juga dapat memengaruhi usia baterai dalam jangka panjang.

Apakah Mobil Hybrid Tetap Worth It?

Jika melihat biaya baterai yang relatif tinggi, sebagian orang mungkin ragu untuk membeli mobil hybrid.

Namun perlu diingat, selama lima tahun pertama, pemilik mobil hybrid umumnya sudah menikmati penghematan BBM yang signifikan dibandingkan mobil bensin konvensional.

Selain itu, risiko penggantian baterai dalam 5 tahun pertama relatif kecil, apalagi jika masih dalam masa garansi.

Banyak pemilik mobil hybrid juga melaporkan bahwa hingga tahun kelima atau keenam, performa baterai masih sangat baik dan belum menunjukkan penurunan drastis.

Biaya ganti baterai mobil hybrid setelah 5 tahun sebenarnya belum tentu harus dikeluarkan, karena usia pakai baterai umumnya lebih panjang dan sering kali masih dilindungi garansi pabrikan.

Jika pun diperlukan, biayanya berada di kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung merek, model, dan jenis perbaikan yang dilakukan.

Baca Juga: Beli BYD M6 atau Toyota Innova Zenix? Cek Komparasi Cicilan dan Operasionalnya

Dengan perawatan yang tepat dan pemakaian yang wajar, mobil hybrid tetap menjadi pilihan yang masuk akal bagi mereka yang mencari efisiensi dan teknologi ramah lingkungan dalam jangka panjang.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More