- Pemerintah tegaskan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak akan naik akibat konflik geopolitik.
- Harga BBM nonsubsidi tetap menyesuaikan fluktuasi harga minyak mentah global yang sedang bergejolak.
- Bahlil imbau masyarakat tetap tenang sambut bulan puasa tanpa khawatir kenaikan harga BBM.
Suara.com - Perang meletus di Timur Tengah, harga minyak dunia langsung "terbang". Wajar jika banyak dari kita yang langsung ketar-ketir memikirkan satu hal: Apakah harga BBM di Indonesia bakal ikut meroket?
Apalagi, eskalasi terbaru yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026 ini terjadi bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan. Kekhawatiran soal naiknya biaya hidup tentu membayangi isi dompet masyarakat.
Namun, sebelum Anda panik dan berniat antre panjang di SPBU, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia punya kabar sejuk untuk menenangkan suasana.
Pertalite Aman, Tak Peduli Minyak Dunia Bergejolak
Di tengah memanasnya suhu geopolitik yang mendorong harga minyak mentah Brent menyentuh level USD 82,37 per barel, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah belum punya niatan sama sekali untuk mengutak-atik harga BBM bersubsidi.
Bagi pengguna setia Pertalite, Anda bisa bernapas lega.
"Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapapun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah," tegas Bahlil dengan lugas di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Artinya, gejolak harga yang dipicu oleh serangan udara Israel ke fasilitas strategis Iran dan konfirmasi meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei oleh AS, tidak akan langsung berdampak pada harga bensin subsidi di tanah air.
Pemerintah bertindak sebagai "tameng" agar lonjakan harga global tidak memukul daya beli masyarakat bawah.
Baca Juga: Perang Iran dengan ASIsrael Memanas, UN Women Ingatkan Risiko pada Perempuan
Bagaimana Nasib BBM Nonsubsidi?
Meski BBM subsidi dijamin aman terjangkau, Bahlil juga memaparkan realita mekanisme pasar untuk jenis BBM nonsubsidi. Pemerintah menerapkan skema ganda dalam kebijakan energi nasional.
Jika BBM subsidi dijaga ketat lewat intervensi negara, maka BBM jenis nonsubsidi (seperti Pertamax Series atau Dex Series) akan dibiarkan "menari" mengikuti irama pasar global.
"Berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya," jelas mantan Menteri Investasi tersebut terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi ke depannya.
Jadi, bagi Anda pengguna BBM nonsubsidi, bersiaplah untuk melihat sedikit fluktuasi harga di papan SPBU menyesuaikan pergerakan minyak dunia.
Fokus Ibadah, Jangan Pusingkan Bensin
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Curhat Emosional Lionel Messi Usai Spanyol Kubur Mimpi Back-to-Back Argentina di Piala Dunia 2026
-
5 Manfaat Menggunakan Produk Perlindungan UV Setiap Hari
-
Semoga Perjalanan Ini Sampai ke Seluruh Indonesia
-
Bye Surburn! 4 Sunscreen Ini Lindungi Kulit Anak dari Terik Sinar Matahari
-
Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
-
Pamit Angkat Jemuran, IRT di Ketapang Lampung Selatan Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala
-
Resmi Bertahan di Allianz Arena, Bayern Muenchen Ikat Gelandang Serba Bisa Konrad Laimer Hingga 2029
-
Sindir Skuat Argentina, Lamine Yamal Tantang Paredes Baku Pukul dengan Gavi di Atas Ring
-
28 Link Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Desain Menarik untuk Dibagikan di Media Sosial
-
Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026