Otomotif / Mobil
Senin, 09 Maret 2026 | 19:20 WIB
Ilustrasi sebuah mobil melewati jalanan yang dibanjiri air (Shutterstock).

Suara.com - Inilah beberapa penyebab mobil mogok saat banjir dan solusi yang bisa Anda lakukan jika mengalaminya.

Ketika mobil terendam banjir, kerusakan bisa terjadi pada berbagai komponen kendaraan.

Karena itu, mobil yang terkena air sebaiknya segera diperiksa dan diperbaiki. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, kerusakan yang awalnya kecil bisa berkembang menjadi masalah besar.

Sering kali mobil terlihat baik-baik saja dari luar setelah banjir surut. Namun, di bagian dalam, terutama pada sistem elektronik dan komponen mesin, bisa saja sudah terjadi kerusakan.

Bahkan, masalah tersebut kadang baru muncul setelah beberapa bulan atau bertahun-tahun kemudian.

Penyebab Mobil Mogok Saat Banjir:

Ilustrasi banjir Jakarta. (Dok. Suara.com)

1. Rangkaian Kabel Bermasalah

Sistem kelistrikan mobil bergantung pada rangkaian kabel yang tersebar di seluruh kendaraan. Jika kabel-kabel ini terendam air, risiko kerusakan sangat besar.

Memang beberapa kabel bisa diganti, tetapi sering kali masalah kelistrikan tetap muncul karena kerusakan yang terjadi sudah menyebar ke berbagai bagian.

Baca Juga: Mobil Dinas Cuma Buat Kerja, Bukan Buat Lebaran! Pahami Aturan Mainnya

2. Gangguan pada Sistem Kelistrikan

Kerusakan sistem listrik biasanya menjadi salah satu dampak paling cepat terlihat setelah mobil terendam banjir. Tanda-tandanya cukup mudah dikenali.

Misalnya mobil sulit dinyalakan, lampu depan berkedip, atau lampu indikator di dasbor tidak berfungsi dengan normal. Jika hal-hal seperti ini terjadi, kemungkinan besar sistem kelistrikan sudah terdampak air.

3. Transmisi Mengalami Kerusakan

Air banjir juga bisa masuk ke dalam sistem transmisi, kotak transfer, maupun diferensial. Akibatnya, komponen logam dapat mengalami korosi atau kerusakan.

Jika sudah parah, transmisi mungkin harus diperbaiki bahkan diganti agar mobil bisa kembali berfungsi dengan normal.

Load More