Otomotif / Mobil
Senin, 09 Maret 2026 | 19:20 WIB
Ilustrasi sebuah mobil melewati jalanan yang dibanjiri air (Shutterstock).

4. Air Masuk ke Ruang Pembakaran

Penyebab lain mobil mogok saat banjir adalah air yang masuk ke ruang pembakaran mesin. Ketika air ikut tersedot ke dalam mesin, proses pembakaran tidak dapat berlangsung dengan normal.

Berbeda dengan udara dan bahan bakar, air tidak bisa dikompresi oleh piston. Kondisi ini bisa menyebabkan mesin mati mendadak bahkan berpotensi merusak komponen internal seperti piston dan connecting rod. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari genangan air yang terlalu tinggi.

5. Gangguan pada Sistem Kelistrikan

Mobil keluaran terbaru umumnya memiliki banyak komponen elektronik, seperti ECU (Electronic Control Unit), sensor, dan berbagai kabel kelistrikan.

Jika air masuk ke bagian ini, risiko korsleting akan meningkat. Akibatnya, beberapa sistem kendaraan bisa berhenti bekerja dan membuat mobil tidak dapat dinyalakan.

7. Filter Udara Terkena Air

Filter udara berperan penting dalam menyaring udara sebelum masuk ke mesin.

Jika bagian ini kemasukan air atau bahkan terendam, aliran udara ke ruang bakar akan terganggu. Dampaknya, performa mesin menurun, terasa tersendat, dan dalam beberapa kasus mesin bisa langsung mati.

Baca Juga: Mobil Dinas Cuma Buat Kerja, Bukan Buat Lebaran! Pahami Aturan Mainnya

8. Knalpot Terendam Air

Knalpot juga bisa menjadi jalur masuknya air ketika mobil melewati banjir yang cukup tinggi. Jika air masuk ke dalam sistem pembuangan, tekanan gas buang menjadi tidak stabil.

Hal ini dapat menyebabkan mesin kehilangan tenaga, bahkan berhenti bekerja apabila air yang masuk terlalu banyak.

9. Oli atau Transmisi Tercampur Air

Air yang berhasil masuk ke sistem pelumasan mesin atau transmisi bisa memicu kerusakan serius.

Campuran air dengan oli membuat kemampuan pelumasan menurun drastis. Biasanya kondisi ini ditandai dengan perubahan warna oli menjadi lebih keruh atau seperti susu.

Load More