Otomotif / Mobil
Senin, 30 Maret 2026 | 16:57 WIB
Truk dan pikap India yang diimpor PT Agrinas Pangan Nusantara tetap disalurkan ke Kopdes Merah Putih meski diprotes oleh publik dan industri. [Foto: TATA Motors]
Baca 10 detik
  • Truk dan pikap impor India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tetap disalurkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih.
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan penyaluran dilakukan bertahap sesuai progres fisik 80.000 Koperasi Desa Merah Putih.
  • Prioritas utama dukungan kendaraan adalah dari industri otomotif nasional, namun impor dilakukan untuk melengkapi kekurangan operasional.

Suara.com - Di tengah protes dari publik dan industri, truk dan pikap India yang diimpor PT Agrinas Pangan Nusantara tetap disalurkan ke Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan truk dan pikap itu diharapkan mampu mendukung operasional Kopdes Merah Putih yang sudah siap dan rampung.

“Sudah ada (truk dan pikap) yang udah disalurkan di Koperasi-Koperasi Desa Merah Putih, dan ya rasanya sudah cukup memadai dan bisa digunakan untuk (mendukung operasional koperasi),” kata Menkop Ferry saat ditemui di sela acara Halalbihalal di Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, Ferry mengatakan, penyaluran truk dan pikap dari India tersebut dilakukan secara bertahap menyusul progres pembangunan fisik Kopdes/kel Merah Putih.

“Ini kan secara bertahap, sesuai dengan (tahapan). Begitu ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang (telah) rampung bangunan fisik, sudah dilengkapi alat kelengkapannya, (bisa) langsung dilengkapi dengan sarana truk dan pikapnya,” ujar dia.

Menkop mengatakan, pemerintah juga mempersiapkan dukungan dari industri otomotif nasional, tapi juga tidak menutup kemungkinan untuk mengimpor guna memenuhi kebutuhan 80.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia nantinya.

“Kita tetap sebenarnya memprioritaskan industri otomotif nasional. Tapi sekiranya industri otomotif nasional itu hanya mencukupi tidak semuanya, sisanya tetap kita dengan sangat terpaksa mengadakan dari sumber dari negara lain,” kata Ferry.

“Kita lihat nanti (mengenai porsi produksi lokal dan impor). Ini yang masuk kita gunakan dulu untuk melengkapi (operasional), karena itu menjadi kewajiban. Begitu bangunan fisik, gudang, gerai itu langsung dilengkapi dengan fasilitas kendaraan,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Menkop Ferry pada Minggu (29/3/2026) mengungkapkan bahwa truk dan pikap yang telah telanjur diimpor dari India, tetap akan disalurkan untuk operasional Kopdes/kel Merah Putih yang telah siap beroperasi.

Ferry menjelaskan, per koperasi nantinya akan mendapatkan satu unit truk dan satu pikap, serta sepeda motor, guna memudahkan dan memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa.

Baca Juga: Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India

"Sekarang ribuan truk dan pikap sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi)," ucapnya.

Sebelumnya diinformasikan Agrinas Pangan mengimpor mobil truk dan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Impor ini terdiri dari 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70 ribu unit dari Tata Motors yang mencakup 35 ribu unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam. Total nilai impornya mencapai Rp24,66 triliun.

Load More