Jika dihitung selama 5 tahun:
- Harga pembelian awal: Rp 27,5 juta
Tidak ada biaya bulanan
- Total pengeluaran 5 tahun: Rp 27,5 juta
Secara angka, total biaya 5 tahun terlihat sama dengan skema BaaS. Namun, ada satu faktor penting yang perlu diperhatikan yaitu umur dan kondisi baterai.
Pertimbangan Rasional Antara Battery as Service vs Buy to Own
Jika hanya melihat angka kasar, kedua skema memang terlihat “imbang” di angka Rp 27,5 juta selama 5 tahun. Tapi dalam praktiknya, ada beberapa perbedaan krusial.
1. Risiko Biaya Tambahan
Pada skema BaaS, risiko biaya besar hampir nol karena baterai selalu dijamin. Sebaliknya, pada skema buy to own, jika baterai mulai menurun performanya setelah 3–5 tahun, biaya penggantian bisa sangat mahal bahkan mendekati Rp 17 jutaan.
2. Fleksibilitas Finansial
BaaS menawarkan harga awal yang jauh lebih ringan, cocok bagi pengguna dengan budget terbatas. Buy to own membutuhkan dana besar di awal, tetapi tanpa cicilan bulanan.
Baca Juga: 5 Motor Listrik Bekas Jarak Tempuh Jauh, Torsi Besar Cocok untuk Tanjakan
3. Nilai Jual Kembali
Motor dengan baterai sewaan cenderung lebih “aman” dari sisi depresiasi. Sementara motor dengan baterai milik sendiri akan mengalami penurunan nilai seiring usia baterai.
4. Kepemilikan Aset
Buy to own memberi rasa kepemilikan penuh atas kendaraan. Sedangkan BaaS membuat baterai tetap menjadi milik penyedia layanan.
Demikian itu hitung-hitung pengeluaran 5 tahunan Polytron Fox 350. Pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan dan kondisi finansial pengguna.
Pilih BaaS jika Anda ingin biaya awal rendah, tidak mau pusing soal baterai, dan mengutamakan kepastian biaya jangka panjang. Pilih Buy to Own jika Anda ingin kepemilikan penuh tanpa biaya bulanan, serta siap menanggung resiko baterai di masa depan.
Berita Terkait
-
5 Motor Listrik Bekas Jarak Tempuh Jauh, Torsi Besar Cocok untuk Tanjakan
-
5 Motor Listrik dengan Spek Lebih Oke dari Motor Listrik MBG, Harga Lebih Murah Cuma Seperlimanya
-
5 Rekomendasi Ban untuk Motor Listrik dengan Harga Terjangkau
-
Motor Sekelas NMax dan PCX tapi Perawatan Nggak Ribet? Intip Motor MAKA Cavalry Lengkap dengan Harga
-
KPK Siap Usut Tuntas Alasan BGN Menangkan Vendor Minim Dealer untuk Motor Listrik Emmo
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Suzuki Diam-Diam Siapkan Skutik Premium Penantang NMAX dan PCX
-
Apakah Mobil Listrik Ada Ban Serepnya? Ini Penjelasannya
-
5 Pilihan Mobil Listrik Bebas Cemas Jarak Jauh Muat 7 Penumpang
-
Jaecoo J5 EV Laris Manis, Apa Alternatifnya? Ini 5 Mobil Listrik Baru yang Sekaliber
-
Tahta Mobil Terlaris Maret 2026 dari Innova Hampir Direnggut, Intip Pesona Spek dan Harga Jaecoo J5
-
iCAR V23 Usung Chip Snapdragon 8155 untuk Sensasi Berkendara yang Lebih Responsif
-
Terungkap Alasan Harga Mobil Baru di Indonesia Jauh Lebih Mahal dari Negara Tetangga
-
Penjualan Mobil di Indonesia Januari hingga Maret 2026: Jepang vs China Panas, Korsel Terlibas
-
Kejutan, Penjualan Mobil Polytron Ungguli Brand Ternama Korea, Jepang dan Eropa
-
7 Pilihan Mobil Listrik 3 Baris Terbaik untuk Keluarga, Kabin Lega dan Nyaman