- Baterai merupakan komponen termahal mobil listrik yang memerlukan perawatan khusus agar tetap optimal selama 10 hingga 15 tahun.
- Pemilik mobil listrik perlu menjaga persentase daya 20-80% dan membatasi penggunaan pengisian cepat guna mencegah degradasi sel baterai.
- Menghindari suhu ekstrem, gaya berkendara agresif, serta rutin memperbarui sistem manajemen baterai dapat menjaga kesehatan dan nilai jual.
Suara.com - Di balik senyapnya kabin dan akselerasi instan yang ditawarkan mobil listrik, tersimpan satu kekhawatiran besar bagi para pemiliknya: kesehatan baterai.
Bukan rahasia lagi bahwa baterai adalah komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik.
Jika baterai mengalami kerusakan total atau degradasi ekstrem setelah masa garansi habis, biaya penggantiannya bisa sangat besar. Seringkali mencapai 40% hingga 60% dari harga jual mobil itu sendiri.
Di beberapa kasus, harga satu paket baterai baru bahkan setara dengan membeli mobil city car bensin keluaran terbaru.
Baterai Lithium-ion yang digunakan pada mobil listrik mirip dengan baterai smartphone, namun dengan sistem manajemen yang jauh lebih kompleks. Agar kapasitasnya tetap optimal dalam jangka waktu 10-15 tahun, diperlukan pola penggunaan yang tepat.
Sebagai panduan bagi Anda pemilik atau calon pembeli EV, berikut adalah 6 cara ampuh mencegah kerusakan baterai mobil listrik agar tetap awet dan "sehat".
1. Jaga Presentase Daya Baterai 20% - 80%
Kesalahan paling umum yang dilakukan pemilik mobil listrik adalah sering mengisi daya hingga 100% atau membiarkannya terkuras hingga di bawah 10%.
Baterai Lithium-ion mengalami tekanan termal paling besar saat berada di kondisi sangat penuh atau sangat kosong.
Idealnya, jagalah persentase daya baterai (State of Charge/SoC) di rentang 20% hingga 80% untuk penggunaan harian.
Baca Juga: Geely EX2 vs BYD Atto 1 Mending Mana? Simak Perbandingannya
Mengisi daya hingga 100% hanya disarankan jika Anda akan melakukan perjalanan jarak jauh (road trip) segera setelah pengisian selesai.
2. Batasi Penggunaan Fast Charging (DC Charger)
Fasilitas Ultra Fast Charging di SPKLU memang sangat membantu saat darurat. Namun, arus listrik searah (DC) berdaya tinggi menghasilkan panas yang sangat besar pada sel baterai.
Jika dilakukan terlalu sering, panas ini akan mempercepat degradasi atau penurunan kapasitas baterai.
Gunakan pengisian daya lambat (AC Charging) atau Home Charging untuk kebutuhan harian. AC Charging jauh lebih ramah terhadap umur sel baterai karena suhu yang dihasilkan tetap stabil dan terkontrol.
3. Hindari Memarkir Mobil di Bawah Terik Matahari
Indonesia adalah negara tropis dengan paparan sinar matahari yang menyengat. Suhu panas ekstrem adalah musuh bebuyutan baterai mobil listrik.
Saat mobil diparkir di tempat yang sangat panas, sistem pendingin baterai (Battery Thermal Management System) harus bekerja keras meskipun mobil dalam keadaan mati.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil untuk Harian, Siap Diajak Selap-Selip di Kemacetan
-
Pajak Mobil Listrik 2026 Sekarang Berapa? Tak Lagi Sepenuhnya Gratis, Ini Aturan Terbarunya
-
5 Mobil Listrik Baru yang Lebih Murah dari Brio RS Mulai Rp170 Jutaan
-
Changan Lumin vs BYD Atto 1, Mending Mana? Simak Spesifikasi dan Harganya di Sini
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan