Otomotif / Motor
Kamis, 04 Juni 2026 | 13:32 WIB
Kartridge hidrogen Toyota. (Toyota)
Baca 10 detik
  • Toyota mendaftarkan paten skuter bertenaga fuel cell hidrogen dengan sistem tangki portabel yang praktis untuk ditukar pasang.
  • Inovasi tangki hidrogen yang ringan dan mudah diganti ini menjadi solusi efisien atas minimnya infrastruktur stasiun pengisian hidrogen.
  • Desain skuter ini mengutamakan stabilitas kendaraan dan keamanan tangki, sekaligus mendukung visi mobilitas masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Suara.com - Teknologi kendaraan ramah lingkungan terus berkembang pesat, dan Toyota baru saja mengambil langkah besar yang bisa mengubah cara kita berkendara di masa depan.

Raksasa otomotif asal Jepang ini baru saja mendaftarkan paten untuk skuter bertenaga fuel cell hidrogen yang unik.

Cycle World mencatatkan bahwa alih-alih mengandalkan pengisian daya listrik yang lama atau mencari stasiun pengisian hidrogen yang masih langka, Toyota menawarkan ide segar: tangki hidrogen yang bisa dicabut-pasang alias swappable.

Selama ini, teknologi fuel cell sering dianggap sebagai masa depan transportasi hijau karena hanya membuang emisi berupa air.

Namun, masalah utamanya adalah infrastruktur stasiun pengisian hidrogen yang belum merata. Toyota mencoba memecahkan masalah ini dengan mengalihkan fokus dari "mengisi ulang" menjadi "tukar tangki".

Dengan sistem ini, pengendara cukup menukar tangki hidrogen yang kosong dengan yang penuh di tempat-tempat tertentu, mirip dengan konsep baterai swap pada motor listrik saat ini.

Paten terbaru Toyota ini memperlihatkan desain skuter dengan dudukan khusus yang bisa berayun keluar dari sisi bodi motor untuk memudahkan proses penggantian tangki.

Paten motor hidrogen fuel cell Toyota. (Toyota)

Menariknya, meskipun hidrogen di dalam tangki tersebut dikompresi hingga tekanan sangat tinggi mencapai 10.000 psi, beratnya tetap tergolong ringan sehingga mudah ditangani secara manual oleh pengendara.

Penempatan tangki di bagian tengah motor juga dirancang untuk menjaga titik berat kendaraan agar tetap stabil dan melindungi tangki dari kerusakan jika terjadi benturan atau kecelakaan.

Baca Juga: Terpopuler: Motor Listrik Yamaha Bisa Jalan 169 Km, Mewahnya Mobil Dadan

Langkah Toyota ini cukup mencolok karena mereka tetap setia pada teknologi fuel cell di tengah tren produsen lain yang lebih fokus pada mesin pembakaran hidrogen (hydrogen ICE).

Banyak pabrikan memilih hydrogen ICE karena mereka bisa memanfaatkan fasilitas produksi mesin pembakaran yang sudah ada.

Di Jepang sendiri, terdapat asosiasi HySE yang melibatkan Toyota beserta "Big Four" pabrikan motor (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki) untuk mengembangkan teknologi mesin hidrogen skala kecil.

Meski begitu, keunggulan fuel cell sulit diabaikan. Teknologi ini jauh lebih efisien dalam mengubah energi menjadi tenaga dibandingkan mesin pembakaran biasa. Selain itu, fuel cell juga lebih ringan dan ringkas, yang sangat ideal untuk kendaraan roda dua.

Sebenarnya, ide motor hidrogen bukan hal baru; Honda pernah memamerkan skuter FC Stack pada 2004, dan Suzuki juga sempat mengembangkan seri skuter Burgman bertenaga hidrogen yang bahkan sempat diuji coba di jalan raya.

Visi Toyota melalui paten ini tidak hanya berhenti di skuter saja. Konsep tangki atau katrid hidrogen portabel ini sebenarnya selaras dengan paten Toyota tahun 2022 yang merancang tangki serupa untuk berbagai keperluan, mulai dari mobil kecil, drone, hingga sistem pemanas rumah tangga.

Dengan mematenkan sistem pada motor roda dua, Toyota menunjukkan bahwa kendaraan kecil memegang peranan penting dalam ekosistem mobilitas masa depan yang lebih bersih.

Penggunaan teknologi fuel cell yang lebih murni dan efisien diharapkan bisa menjadi jawaban atas tantangan polusi udara di kota-kota besar tanpa harus mengorbankan kepraktisan berkendara.

Load More