Otomotif / Mobil
Rabu, 22 April 2026 | 16:51 WIB
Ilustrasi Logo BYD. (Ist)
Baca 10 detik
  • Penjualan mobil listrik di Indonesia tahun 2025 melonjak 141 persen atau mencapai 103.931 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.
  • Pemerintah kini menghapus insentif pajak kendaraan listrik yang sebelumnya memicu transisi masyarakat dari mobil bensin ke mobil listrik.
  • BYD Indonesia dan pakar industri khawatir kebijakan pajak tersebut akan menghambat minat beli konsumen serta stabilitas industri otomotif nasional.

Suara.com - Mobil listrik tak lagi bebas pajak. Tanpa insentif, pajak mobil listrik bisa setara dengan mobil bermesin bensin.

Padahal keringanan pajak kendaraan, menjadi salah satu pendorong transisi peralihan mobil bensin ke mobil listrik.

BYD Indonesia sebagai salah satu pemain di segmen mobil listrik khawatir kebijakan yang ada justru akan menggangu industri otomotif secara keseluruhan.

"Kami khawatir kebijakan di daerah akan cukup berdampak terhadap niat beli dan berdampak terhadap industri otomotif secara keseluruhan," ujar Luther T Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia, dalam diskusi bertajuk “Lonjakan Harga Minyak Dunia, Momentum Menggenjot Adopsi Electric Vehicle (EV)”, di Jakarta, Rabu (22 April 2026).

Adapun, lanjut Luther, kendaraan listrik bukan hanya soal penjualan. Tapi juga kontribisi terhadap lingkungan hidup.

Selain itu, bila melihat nilai perkembangan EV yang cukup signifikan terlihat ada sebuah kepercayaan dari masyarakat terhadap mobil listrik.

"Kami adalah perusahaan yang berinvestasi di Indonesia. Tentu stabilitas policy akan sangat berpengaruh," papar Luther.

Sementara itu CEO Degree Synergy International, Andrea Suhendra melihat, pertumbuhan penjualan mobil listrik diperkirakan akan sangat terdampak dan menahan masyarakat untuk membeli mobil listrik.

"Orang jadi hold (beli mobil listrik). Karena pajak tidak bisa di kontrol. Dan sekarang pemain otomotif mulai bikin tren harga naik. Jadi itu menggaet orang untuk segera beli," kata Suhendra.

Baca Juga: Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal

Penjualan Mobil Listrik 2025

Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025 dengan total kenaikan mencapai 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil listrik dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 103.931 unit.

Peningkatan penjualan tersebut mendorong kontribusi EV terhadap total penjualan mobil nasional melampaui 13 persen sepanjang 2025. Angka ini menjadi capaian tertinggi sejak mobil listrik mulai dipasarkan secara luas di Indonesia dan menandakan peningkatan adopsi di pasar domestik.

Load More