- Wuling Motors resmi meluncurkan kendaraan elektrifikasi tipe EV dan PHEV bertajuk Wuling Eksion untuk pasar Indonesia.
- Pemerintah menerbitkan Permendagri baru yang menyatakan kebijakan pajak kendaraan listrik kini ditentukan oleh pemerintah daerah setempat.
- Wuling tetap optimis terhadap prospek penjualan mobil listrik karena dianggap lebih kompetitif dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Suara.com - Wuling Motors baru saja melengkapi jajaran produk elektrifikasinya dengan merilis Wuling Eksion dengan dua pilihan tipe electric vehicle (EV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) untuk pasar Indonesia.
Namun demikian, pemerintah baru saja menerbitkan aturan baru terkait pajak kendaraan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Dalam aturan tersebut, kendaraan listrik tidak lagi sepenuhnya dikecualikan dari objek pajak.
Menanggapi hal itu, Marketing Director Wuling Motors Indonesia, Ricky Christian, menyampaikan optimismenya terhadap penjualan model baru tersebut khususnya varian berbasis listrik.
Disampaikan Ricky, regulasi terbaru terkait Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk kendaraan listrik masih akan ditentukan lebih lanjut oleh masing-masing pemerintah daerah.
“Dari aturan tersebut dinyatakan bahwa nanti akan ditentukan oleh masing-masing daerah. Jadi kami masih menunggu keputusan dari masing-masing daerah,” ujar Ricky di Jakarta Selatan, Kamis (23 April 2026).
Ia menambahkan, Wuling akan mengikuti sekaligus memantau perkembangan kebijakan tersebut. Selain itu, pihaknya menilai sistem perpajakan kendaraan listrik ke depan masih berpotensi lebih kompetitif dibandingkan kendaraan bermesin bensin.
“Kami melihat secara sistem perpajakan, mobil listrik tetap akan bisa lebih kompetitif dibandingkan mobil ICE,” katanya.
Selain faktor pajak, Wuling juga menyoroti sejumlah keunggulan kendaraan listrik yang dinilai tetap menarik bagi konsumen seperti pembebasan aturan ganjil-genap di kota besar seperti Jakarta serta biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Dengan berbagai faktor tersebut, Wuling menilai pasar kendaraan listrik nasional masih memiliki prospek yang menjanjikan meski di tengah dinamika kebijakan yang masih terus berkembang.
Baca Juga: Selamat Tinggal Pajak Rp0, Cek Rincian Biaya Kendaraan Listrik Wuling Air EV 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Dominasi Daihatsu Gran Max di Pasar Mobil Niaga Indonesia Kian Tak Terbendung Kompetitor
-
5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino
-
Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?
-
Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target
-
Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal
-
Spesifikasi Wuling Eksion 2026 Lengkap dengan Harga, SUV Hybrid EV 7 Seater Cocok Buat Keluarga
-
Nasib Insentif Kendaraan Listrik Kini Bergantung Penuh Pada Kemauan Pemerintah Daerah
-
Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Perlahan Mulai Geser Dominasi Mesin Konvensional
-
Apakah Motor Listrik Kini Kena Pajak? Ini Penjelasan Aturan Terbaru Permendagri 11/2026
-
Suzuki Ekspansi Dealer Motor Baru di Lima Kota Besar Indonesia