Toyota resmi mengonfirmasi kehadiran Hilux bertenaga hidrogen atau FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) yang dijadwalkan rilis secara massal pada tahun 2028 untuk pasar Eropa. Pikap ramah lingkungan ini menawarkan jarak tempuh hingga 400 km dengan waktu pengisian bahan bakar hidrogen hanya 5 menit.
Tanggal Rilis, Keunggulan Pengisian Hidrogen
Suara.com - Pabrikan otomotif raksasa asal Jepang, Toyota, dipastikan makin serius memperluas lini kendaraan ramah lingkungan.
Menurut Autobuzz, Toyota mengonfirmasi bahwa versi produksi massal dari Toyota Hilux FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle, yaitu kendaraan listrik yang menghasilkan daya dari reaksi kimia hidrogen) akan resmi hadir pada tahun 2028 untuk pasar Eropa.
Kehadiran varian hidrogen ini membawa angin segar bagi segmen kendaraan komersial tangguh. Salah satu keunggulan utamanya terletak pada efisiensi waktu pengisian bahan bakar.
Tangki hidrogen Toyota Hilux FCEV dapat terisi penuh hanya dalam waktu 5 menit untuk menjelajah jarak hingga 400 km (sekitar 248 mil).
Kemampuan pengisian kilat ini menjadi pembeda signifikan dibandingkan dengan Toyota Hilux versi BEV (Battery Electric Vehicle, atau kendaraan listrik murni berbasis baterai).
Varian Hilux BEV yang dibekali baterai 59,2 kWh menawarkan jarak tempuh 257 km, namun membutuhkan waktu hingga 30 menit untuk pengisian daya dari 10 hingga 80 persen.
Spesifikasi Dapur Pacu Mirai dan Kapasitas Angkut
Di sektor dapur pacu, Hilux FCEV mengadopsi teknologi sistem penggerak yang serupa dengan sedan hidrogen Toyota Mirai.
Sebagai gambaran, mesin Toyota Mirai mengandalkan motor penggerak roda belakang yang sanggup memuntahkan tenaga sebesar 182 hp (134 kW) serta torsi puncak 300 Nm.
Torsi sendiri merupakan istilah teknis untuk dorongan gaya putar yang dihasilkan mesin untuk menggerakkan roda. Jika spesifikasi ini diterapkan pada Hilux FCEV, maka tenaganya tercatat 14 hp lebih rendah dibanding varian Hilux BEV.
Meski jarak tempuh model produksi massal ini (400 km) tidak sejauh versi prototipe konseptualnya yang pernah dipamerkan dengan jarak tempuh 600 km, ketangguhannya di medan kerja tetap diunggulkan.
Toyota Hilux FCEV dirancang memiliki kapasitas penarikan beban (towing capacity) hingga 2.500 kg. Angka ini melampaui kemampuan tarik varian Hilux BEV yang berada di batas 2.000 kg.
Meskipun kapasitas muatan maksimal di bak belakang (payload) belum diumumkan secara resmi, kemampuan tarik yang lebih besar memberi sinyal bahwa varian hidrogen sanggup mengangkut beban sama atau lebih tinggi dari batas 750 kg milik versi BEV.
Peluang Masuk Pasar Asia dan Target Elektrifikasi
Setelah kepastian peluncurannya di Eropa pada 2028, pertanyaan berikutnya adalah apakah Toyota Hilux bertenaga hidrogen ini juga akan diboyong ke pasar Asia.
Hingga saat ini, pihak pabrikan belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal masuknya Hilux FCEV ke kawasan Asia.
Kendati demikian, peluang kehadiran pikap hidrogen di Asia tetap terbuka lebar. Toyota sebelumnya telah mengumumkan rencana besar untuk meluncurkan lebih dari 10 model kendaraan terelektrifikasi di seluruh Asia dalam tiga tahun mendatang.
Langkah ini merupakan bagian dari misi besar Toyota untuk mencapai target 30 persen penjualan kendaraan ramah lingkungan di tingkat regional pada tahun 2030, di mana teknologi hidrogen dikembangkan berdampingan dengan mobil listrik berbasis baterai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Kapan Toyota Hilux bertenaga hidrogen resmi dirilis?
A: Toyota Hilux FCEV bertenaga hidrogen dikonfirmasi akan dirilis secara massal pada tahun 2028 untuk pasar Eropa.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi tangki hidrogen Toyota Hilux FCEV?
A: Pengisian penuh tangki hidrogen Toyota Hilux FCEV hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk jarak tempuh hingga 400 km.
Q: Berapa kapasitas daya tarik (towing capacity) Toyota Hilux hidrogen dibanding versi listrik baterai?
A: Toyota Hilux hidrogen memiliki kapasitas tarik beban hingga 2.500 kg, lebih tinggi dibanding varian listrik baterai (BEV) yang berkapasitas 2.000 kg.