Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB
Perluasan operasional program MBG di berbagai daerah menyumbang sekitar 20 persen terhadap permintaan Daihatsu Grand Max. [Suara.com/Manuel Jeghesta]
BACA 10 DETIK
  • PT Astra Daihatsu Motor mencatat kendaraan komersial Grand Max menyumbang porsi penjualan tertinggi sebesar 46 persen.
  • Perluasan operasional program MBG di berbagai daerah menyumbang sekitar 20 persen terhadap permintaan Grand Max.
  • Pertumbuhan sektor logistik dan e-commerce turut mendongkrak penjualan kendaraan niaga Daihatsu selain dari program pemerintah tersebut.

Suara.com - Perluasan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah turut meningkatkan permintaan kendaraan komersial Daihatsu Gran Max, dengan kontribusi kebutuhan program tersebut mencapai sekitar 20 persen di sejumlah wilayah.

Head Domestic Marketing & Corporate Communication Division PT Astra Daihatsu Motor Budi Mahendra mengatakan bahwa kontribusi kendaraan komersial Grand Max memegang porsi nomor satu secara total, yakni mencapai 46 persen, mengungguli segmen Low Cost Green Car (LCGC) di posisi kedua.

"Tadi kalau menyangkut MBG, sementara ini MBG banyak di kita kurang lebih 20 persen kontribusi terhadap Grand Max, kalau di wilayah saya," ujar Budi  padaJumat (30/10/2026).

Menurut Budi, tingginya kebutuhan mobilitas program pemerintah tersebut turut mendongkrak penjualan kendaraan, meski tidak menjadi satu-satunya faktor penggerak pasar otomotif komersial di wilayah tersebut.

"Selain dari itu (MBG), juga banyak sebenarnya yang lain. E-commerce yang tumbuh, usaha logistik itu juga banyak berpengaruh. Jadi tidak hanya dari program pemerintah, tapi juga ada customer-customer yang lain," tutur Budi.

Ia menjelaskan, untuk kebutuhan operasional program MBG dan sektor komersial secara umum, jenis kendaraan yang diminati bervariasi tergantung pada kebutuhan spesifik masing-masing wilayah.

Pembelian kendaraan mencakup berbagai tipe mulai dari Grand Max varian tertentu seperti Luxio hingga penggerak 4x4, sementara untuk segmen kendaraan blind van banyak diserap oleh fleet user atau perusahaan logistik skala besar.

"Untuk MBG di Grand Max Series, mungkin dari total tempat kita kurang lebih 20 persen. Masing-masing area beda. Jadi Jawa, non-Jawa berbeda, masing-masing provinsi berbeda. Karena sesuai kebutuhan juga dari jumlah titik MBG," tutur Budi.

Di sisi lain, untuk segmen pick-up, permintaan mayoritas berasal dari sektor retail atau first car buyer (pembeli mobil pertama). Pengguna dari segmen ini umumnya merupakan pelaku usaha mandiri, seperti pedagang pasar, pemilik warung, hingga pelaku usaha di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Kepala Wilayah Jateng, Jogja, Bali & Nusa Tenggara PT Astra Daihatsu Motor, Budhy Lau, menambahkan bahwa pertumbuhan operasional program pemerintah dan sektor logistik tahun ini menunjukkan tren positif dan melampaui capaian tahun sebelumnya.

"Jadi kontribusi secara total Grand Max itu 46 persen. Nah, 46 persen, baru yang kedua LCGC. Tadi kalau menyangkut MBG, sementara ini MBG banyak di kita kurang lebih 20 persen kontribusi terhadap Grand Max, kalau di wilayah saya," kata Budhy.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan bahwa porsi penyerapan kendaraan untuk program MBG tidak dicatat secara spesifik dalam kategori tunggal, melainkan terintegrasi dalam total pembelian kendaraan niaga di berbagai provinsi yang disesuaikan dengan kebutuhan jumlah titik layanan di setiap daerah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com