/
Kamis, 20 April 2023 | 06:02 WIB
Ceramah Ustadz Adbul Somad . Penjelasan ustadz Abdul Somad istri boleh menolak ajakan suami berhubungan seks saat akan masuk waktu Shalat. (Foto: Tangkapan Layar Youtube)

SUARA PEKANBARU - Bukan saat datang bulan saja, istri wajib menolak ajakan hubungan intim suami, Ustadz Abdul Somad: jika dituruti bahaya, dosa besar.

Untuk pasangan istri yang baru menikah disarankan banyak menggali ilmu tentang bagaimana menjalankan rumah tangga islami untuk mendapat sakinah.

Termasuk di dalamnya adalah belajar ilmu tentang hubungan intim suami istri yang sangat penting untuk dipelajari.

Karena jika tidak, maka keberkahan rumah tangga yang sedang dibangun bisa hampa bahkan dosa.

Dalam satu kajian agama, Ustaz Abdul Somad mengungkap tentang kehidupan seks suami istri.

UAS sapaannya, menyebut suami istri harus tahu batasan dalam menjalankan kewajiban dalam hubungan intim.

Ada larang yang harus ditaati ketika suami istri akan bersenggama atau berhubungan seks.

Dijelaskan, pada umumnya sudah diketahui jika wanita dilarang dicampuri saat sedang datang bulan.

Nah selain itu ada juga larangan suami istri melakukan campur, yakni ketika masuk pada waktu salat.

Baca Juga: Jawaban Habib Jafar saat Bingung Ditanya Nabi Adam Punya Pusar di Perut atau Tidak, Emang Punya?

Ketika masuk waktu salat itulah, UAS mewanti-wanti agar suami istri bisa mengerem keinginan untuk melakukan hubungan suami istri.

Perlu diketahui jika bicara agama, maka bukan hanya tentang hubungan seks ketika belajar bab pernikahan dan membangun rumah tangga.

Dalam satu kajian dikatakan jika pernikahan bukan hanya sekadar hubungan seks semata demi menyalurkan hasrat.

Sebagai pemeluk agama Islam yang taat maka diwajibkan mengikuti aturan beragama dalam setiap sendi kehidupan, termasuk hubungan intim.

Berbicara ajaran agama Islam, satu pernikahan telah mengantarkan baik si pria maupun wanitanya dalam menyempurnakan separuh agamanya.

Ilustrasi suami istri saat akan melakukan hubungan intim. Penjelasan Ustads Abdul Somad tentang istri boleh menolak suami untuk hubungan seks saat adzan berkumandang. (sumber: suara.com/istockphoto.com)

Ketika jalinan pernikahan sudah dilalui, maka pria atau suami dan wanita atau istri sejatinya boleh bersenggama.

Nah, akan tetapi ada batasan ketika suami istri akan melakukan senggama. Di sana dijelaskan ada waktu tertentu di mana suami istri dilarang melakukan hubungan intim.

Ada satu kajian ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS), mengulas larangan suami dan istri melakukan campur saat mendekati waktu salat.

Jika sudah datang waktu salat dikatakan UAS sebaiknya menghindari untuk melakukan hubungan intim.

Andai saja tetap dilakukan, mereka yang melakukan hubungan intim bukan malah merasakan kenikmatan, yang ada akan mendapat dosa.

Untuk menghindari hal itu, sebaiknya istri bisa berperan untuk mengingatkan suami agar terlebih dahulu menjalankan salat, daripada melanjutkan hubungan seks.

Dikutip Kamis (20/4/2023) pekanbaru.suara.com dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang tayang YouTube IMAM NATRA yang diunggah 7 Oktober 2021, UAS menganjurkan istri mengerem.

Benar seorang istri tidak boleh menolak ajakan suami untuk berhubungan intim. 

Namun, jika dituruti maka Allah akan murka. UAS mengatakan waktu yang dimaksud agar istri bisa mengerem nafsu suami adalah ketika akan masuk waktu adzan.

UAS mengatakan tidak ada ketaatan selain pada Allah. Maka untuk menghindari dosa, saling mengingatkan adalah solusinya.

"Tidak ada ketaatan (menuruti kemauan suami untuk senggama) kepada makhluk kalau menyebabkan maksiat kepada Allah," sebut Ustadz Abdul Somad.

Jika suami istri terang-terangan bermaksiat kepada Allah dan tentu dosanya akan lebih besar lagi.

Jika ada suami mendadak minta dilayani bersamaan dengan panggilan sholat artinya dia bukan orang sholeh.

"Yah akn. Kalau laki (suami) kau sholeh pasti sudah ke masjid duluan (sholat). Belum adzan dia sudah ke masjid," ujarnya.

Sang istri alangkah lebih memberi pemahaman pada suami jika memang ingin melakukan hubungan intim saat mendekati waktu adzan. (*)

Load More