/
Rabu, 26 April 2023 | 10:08 WIB
Penceramah asal Cirebon, Buya Yahya menjelaskan waktu tebaik pelaksanaan puasa sunnah syawal selama 6 hari setelah Lebaran Idul Fitri. (Foto: Youtube)

"Memang lebih utama segera diselesaikan. Karena apa? Menunda amal baik takut nanti tidak ada kesempatan lagi," kata Buya Yahya.

Lebih lanjut Buya Yahya menjelaskan, bagi yang berpuasa sunnah Syawal secara tidak berurutan, pahala puasanya tetap sama dengan yang menunaikan 6 hari sekaligus.

Bahkan, jika ada seseorang yang berpuasa, namun saat bersilaturahmi ia disuguhkan makanan, boleh baginya untuk menunda puasa tersebut.

"Jadi tidak harus, karena puasa sunnah. Jadi, boleh 1 (hari) puasa, besok 3 hari (kemudian) lagi, 4 hari (kemudian) lagi, sah. Dan dapatkan pahala puasa enam (hari)," katanya.

Buya Yahya pun menambahkan, bagi orang yang ingin mengerjakan puasa sunnah Syawal bisa memilih hari untuk melakukannya.

Misal, seperti memilih mengerjakan puasa Syawal di hari Senin dan Kamis, yang juga disunnahkan berpuasa untuk mendapat pahala keduanya.

"Kalau sunnah dengan sunnah boleh Anda niatkan kedua-keduanya. Saya niat puasa Syawal plus puasa Senin, saya niat puasa Syawal plus puasa Kamis," kata Buya.

"Atau nanti pas pertengahan Syawal puasa putih, 13, 14, 15. Anda niatkan, boleh," kata Buya Yahya. (*)

Baca Juga: Meghan Markel Bakal Tetap Buat 'Ulah' Meski Tak Hadir ke Penobatan Raja Charles

Load More