Suara.com - Hari Raya Idul Fitri biasanya dijadikan sebagai momen untuk bersilaturahmi dan saling meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang lain. Sebagai makhluk sosial, sebaiknya kita meberikan maaf kepada orang yang berbuat salah dan tidak menyimpan dendam. Kemudian muncul pertanyaan terkait hukum tidak mau memberi maaf di Hari Raya.
Perlu diingat, Allah SWT tidak akan mengampuni dosa atau kesalahan yang telah dilakukan oleh umat Islam jika ia tidak mau minta maaf sendiri. Di sisi lain, emaafkan memang menjadi pekerjaan yang gampang-gampang susah selama ini.
Karena tdak semua orang mampu berbesar hati memaafkan atas kesalahan dari orang lain. Terlebih lagi jika orang tersebut menganggap jika kesalahan yang diperbuat besar sehingga membuat kata maaf dianggap terlalu jauh, dan pastinya tak cukup untuk menebus kesalahan tersebut dengan kata maaf.
Melalui ceramahnya yang diiunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan terkait persoalan ini. Buya Yahya mengungkapkan jika seseorang terutama suami yang melakukan kesalahan untuk segera minta maaf kepada istri. Atau kita bisa meminta maaf terlebih dahulu sebelum orang yang melakukan kesalahan itu minta maaf juga lebih baik, agar dia bisa segera sadar.
"Sudahlah engkau mulai meminta maaf biarpun yang salah adalah suamimu. Barangkali dengan permintaan maaf mu itulah dia bisa sadar," Kata Buya Yahya.
"Orang hebat, orang besar itu hatinya lapang, mudah memaafkan. Jiwa kotor, jiwa yang busuk, sulit memaafkan, penuh dengan dendam," kata Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, permintaan maaf yang diucapkan oleh orang yang tersakiti merupakan suatu kemuliaan. Karena bisa saja seseorang melakuka kesalahan tersebut juga karena diri kita sendiri.
"Karena bisa saja dia salah iya, karena sebabnya kamu. Maka mulailah minta maaf, ujar Buya Yahya.
"Maka jangan sekali-kali Anda menunggu orang lain minta maaf. Karena kehebatan Anda sudah lapang hati. Aku sudah memaafkan dia sehingga dia tidak perlu memaafkan aku," tegas Buya Yahya.
Baca Juga: Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Secara Berurutan? Simak Penjelasan dari Buya Yahya Ini
Sebaiknya kita tidak membuat hati menjadi busuk hanya karena tidak mau menerima permintaan maaf seseorang yang telah berbuat kesalahan terhadap kita. Karena dendam akan mempersulit diri kita sendiri dalam menjalani hidup.
"Maka jangan sampai hati busuk, susah untuk memaafkan. Ketahuilah, dendam itu memangkas kasih sayang, maka, pendendam cintanya sangat rapuh," ungkap Buya Yahya.
Jika seorang muslim masih mempunyai rasa dendam dan tidak mau memaafkan, hal itu sama saja seperti dia mengharapkan orang tersebut untuk masuk ke dalam neraka. Bukankah hal itu sama saja dengan perbuatan dzolim terhadap sesama.
"Makanya kalau orang selalu menanti orang lain minta maaf seseungguhnya dia telah banyak menganggap orang lain banyak salah, bisa jadi dia merasa tidak pernah salah!," ungkap Buya Yahya.
"Yang hebat adalah langsung meminta maaf, selesai!" sambung Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya memberikan nasihat supaya kita hanya meminta ridho dari Allah SWT atas apa yang sudah menimpa kehidupan Anda di dunia ini. Sebab apa-apa yang membuat hak kita hilang karena seseorang, InsyaAllah akan diganti di akhirat kelak.
"Kalaupun dia tidak bisa mengembalikan hak anda selama di dunia, dia sudah meminta maaf, anda sudah maafkan, Allah yang akan beri nanti di akhirat," ujarnya.
Di samping itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar umat muslim yang masih mempunyai kesalahan kepada orang lain untuk segera meminta maaf, sampai orang yang Anda sakiti benar-benar memberikan maaf. Supaya tidak ada perasaan yang mengganjal di hati sehingga kita dapat dengan mudah menjalani kehidupan ini.
Selain itu, jika seseorang benar-benar tidak mau memaafkan Anda, maka kesalahan tersebut bisa saja terbawa hingga di akhirat nanti. Oleh karenanya kita juga perlu sadar diri dan tidak gengsi mengucapkan kata maaf.
"Kalau anda punya kesalahan kepada orang lain, hati-hati! Kalau kesalahan itu belum diampuni, maka ketahuilah bahwa kesalahan tersebut akan nampak di Alam Barzah, di Padang Masyar, hingga ke sirat (jembatan Siratal Mustakim), Anda bisa tercebur ke neraka," katanya.
"Maka dari itu, siapa pun yang berbuat salah, segeralah minta maaf," pungkasnya.
Demikian penjelasan hukum tidak mau memberi maaf di Hari Raya menurut Buya Yahya. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Secara Berurutan? Simak Penjelasan dari Buya Yahya Ini
-
Permintaan Maaf dan Klarifikasi Bima TikToker setelah Sebut Megawati Janda
-
Bayar Utang Puasa atau Puasa Sunnah Syawal, Mana yang Lebih Dulu? Begini Penjelasan Buya Yahya
-
Menyimpan Dendam dan Tidak Memberikan Maaf Saat Lebaran Dosa atau Tidak? Ini Kata Buya Yahya
-
6 Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri yang Tak Boleh Dilewatkan
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Kompolnas: Peluang AKBP Didik Dipecat Sangat Besar, Sidang Etik Uji Ketegasan Polri
-
Jejak Bandar E dan 'Nyanyian' Kasat: Bagaimana Narkoba Mengakar di Pucuk Pimpinan Polisi Bima Kota?
-
DPR Sahkan Kesimpulan Komisi III: MKMK Tak Berwenang Intervensi Pemilihan Adies Kadir Sebagai Hakim
-
Siap-siap! 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi Segera Meluncur ke Masjid hingga Pesantren
-
Kasus Dugaan Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Tetapkan 3 Tersangka Korporasi
-
Patra M Zen Bongkar Kejanggalan Kasus OTM, Sebut Negara Justru Untung USD 524 Juta
-
Tragis! Pengendara Motor Tewas Tertabrak Kereta di Perlintasan Pesing, Jakarta Barat
-
Patra M Zen: Blending Jadi Oplosan? Fakta Mengejutkan di Sidang Kasus BBM Anak Riza Chalid
-
Tak Hanya Ngaji, Pesantren Diminta Bekali Kapasitas Tambahan Agar Santri Juga Siap Kerja
-
Harga Cabai di Jakarta Sedang 'Pedas' Sekali, Pramono: Dua Minggu ke Depan Pasti Normal