SUARA PEKANBARU - Sebuah insiden memicu kontroversi di Karen's Diner, Bali, dimana seorang dokter berinisial TK. Dia diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap beberapa staf restoran.
Menurut laporan, TK menghampiri Sahrul, satu staf restoran, dan diduga melakukan pemukulan tanpa peringatan. TK diduga menarik pakaian Sahrul sambil menumpahkan amarah dengan menunjuk-nunjuk korban.
Kemudian datang staf lain bernama Tiara yang berujuan melerai, akan tetapi malah senasib dengan korban pertama.
Niat meredakan situasi dengan menjelaskan aturan restoran, tetapi TK semakin emosi dan bahkan menampar Tiara.
Pricillia Kathrine, perwakilan dari manajemen Karen's Diner, mengatakan bahwa TK tampaknya merasa tersinggung karena dia tidak dipanggil dengan gelar profesionalnya, "dokter".
"Beliau (dokter TK) merasa tersinggung karena dipanggil nama saja (tidak dipanggil dokter)," kata perwakilan manajemen staf Karen's Diner, Pricillia Kathrine, Rabu (17/5/2023).
Sementara, keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Mohammad Amir, adanya dugaan penyerangan pada korban, sedang didalami dan menunggu hasil pemeriksaan medis korban.
"Kami sudah koordinasi dengan rumah sakit, dan menunggu hasil visum korban," ujar Amir.
Di sisi lain, Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Beni Satria, MH (Kes), SH, MH, menegaskan tidak ada aturan yang mengharuskan orang selalu menyebut gelar profesional dokter di semua situasi.
Baca Juga: Pentolan NasDem Jadi Tersangka dan Dikerangkeng, Anies Baswedan Tak Gentar: Kita Hadapi
Beni menambahkan bahwa panggilan 'dokter' biasanya digunakan dalam konteks kesehatan dan bukan dalam situasi umum.
"Dokter adalah nama profesi, sama seperti profesi advokat atau pengacara, hakim, jaksa. Pemanggilan dokter hanya digunakan dalam pelayanan kesehatan dan tidak di tempat-tempat umum," kata Beni.
Namun, meskipun tidak ada aturan tertentu, beberapa orang mungkin masih terbiasa memanggil orang dengan profesi medis dengan sebutan 'dokter', meskipun ini bukanlah suatu kewajiban.
Dr. Beni juga menjelaskan bahwa sesama dokter sering memanggil rekan mereka dengan sebutan lain di luar konteks medis. Dia menegaskan bahwa gelar 'dokter' digunakan dalam pendidikan, pertemuan ilmiah, dan di fasilitas pelayanan kesehatan. (*)
Berita Terkait
-
Gubernur Bali I Wayan Koster Doakan Hati FIFA Tergerak Beri Sanksi ke Timnas Israel, Sama Seeprti Coret Rusia!
-
Publik Gerombol Serang Ganjar Pranowo Usai Indonesia Dicoret di Pildun U20 2023:Cuih, Tolak Ganjar Jadi Presiden!
-
Tebak Ah! Gubernur Bali I Wayan Koster Berani Tolak Lagi Israel di World Beach Games 2023 atau Tidak?
-
Kebenaran Surat FIFA, Gagalnya Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Justinus Lhaksana Tanya Hal Penting Ini
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Persib Bandung di Puncak Klasemen, Adam Alis Ingkatkan Perjalanan Masih Panjang
-
BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!
-
Orang yang Meninggal di Bulan Ramadan Apakah Tetap Wajib Bayar Zakat Fitrah?
-
Budget Tipis? Ini 5 Headset Wireless Gaming Terbaik di Bawah 1 Juta
-
Lenovo Pamer PC Modular AI di MWC 2026, ThinkPad dan Tablet Canggih Ikut Meluncur
-
Mengurai Makna Hidup dalam Rembulan Tenggelam di Wajahmu
-
Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram
-
Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan
-
Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri
-
Sering Bikin Bingung, Ternyata Ini Perbedaan One Way dan Contraflow saat Mudik Lebaran 2026