/
Sabtu, 17 Juni 2023 | 10:40 WIB
Ilustrasi LGBT. ((Dok: Elements Envanto))

SUARA PEKANBARU - Terkait temuan grup WhatsApp diduga Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), pada sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kota Pekanbaru.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun mengaku prihatin, dan akan mengumpulkan kepala sekolah, serta Kepala Dinas Pendidikan untuk membahas informasi tersebut.

"Dan hari ini kita dapat info lebih ekstrem lagi grup SD sudah ada LGBT. Jadi, pekan depan ini bersama Sekda dan Disdik kami mau rapat dengan seluruh kepada sekolah SMP, SD, bahkan PAUD," kata Muflihun.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah kota sedang bekerja keras agar LGBT bisa hilang dari Pekanbaru.

Apalagi sudah menular terhadap anak-anak. Ia juga mengingatkan, agar anak-anak di rumah dan di sekolah bisa dipantau orantua serta guru, karena LGBT itu sulit terdeteksi.

"Dengan harapan yang namanya anak ini di rumah itu kan orangtua, di sekolah itu guru. Harapan kita anak itu bisa dipantau, bisa dilihat," kata dia.

"Kalau LGBT itu susah menanganinya. Karena orang melihat laki-laki sama laki-laki berdua orang melihat seakan berkawan biasa. Sehingga susah untuk menanganinya," tambahnya.

Untuk memberantas virus LGBT ini agar tidak semakin parah, Pemko Pekanbaru akan menggandeng Dinas Pendidikan Pekanbaru dengan menambahkan pelajaran muatan lokal ada materi anti-LGBT di dalamnya.

"Kita punya program di Dinas Pendidikan agar memasukkan ke Muatan Lokal tentang pendidikan LGBT diberikan dari usia dini baik dari PAUD, SD, SMP," kata dia.

Baca Juga: Inara Rusli Sering Berhias Selama Massa Iddah, Begini Jawaban Umi Pipik

Muflihun juga meminta dan mengimbau semua pemuka agama yang ada di Pekanbaru untuk sama-sama membangun gerakan masif menentang penyebaran LGBT ini melalui rumah-rumah ibadah. (*)

Load More